Penumpang Bus Umum Tergerus Mudik Gratis dan Kendaraan Pribadi

  • 26 Mar 2026 23:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Arus Balik lebaran 2026 menggunakan transportasi umum khususnya bus diprediksi telah melewati puncaknya, Kamis 26 Maret. Di terminal Tirtonadi Solo, puncak arus balik ditandai dengan pemberangkatan ribuan peserta mudik gratis kembali ke perantauan.

Maraknya program mudik gratis yang diselenggarakan berbagai instansi membawa dampak kurang menguntungkan bagi pengusaha otobus (PO) reguler. Kurangnya pelibatan PO lokal dalam sistem sewa bus gratis membuat jumlah penumpang bus umum menurun drastis.

Rahmat, perwakilan dari PO Raya, mengungkapkan bahwa penurunan ini sangat terasa dari jumlah armada yang beroperasi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya PO Raya mampu memberangkatkan 20 hingga 25 armada per hari saat puncak arus balik, tahun ini angkanya mentok di angka 20 armada saja.

"Setiap tahun trennya menurun. Sekarang paling banyak 20 armada yang jalan. Padahal biasanya masa ramai ini bertahan dari H+2 sampai H+10, atau maksimal dua minggu," ujar Rahmat saat ditemui di terminal Tirtonadi, Kamis.

Selain persaingan dengan program gratis, kenaikan harga tiket yang mencapai hampir 100% diduga turut memengaruhi minat penumpang. Rahmat menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini merupakan agenda rutin tahunan saat lebaran mengikuti batas atas yang ditentukan.

"Harga tiket naik hampir dua kali lipat dari harga normal. Untuk kelas tertinggi (top class), yang semula Rp380.000 sekarang menjadi Rp690.000. Harga ini fluktuatif, hanya tinggi di tanggal-tanggal tertentu saat arus paling ramai," katanya menjelaskan.

Rahmat juga menyayangkan sistem mudik gratis saat ini yang lebih banyak menggunakan bus carteran daripada memberdayakan PO reguler yang ada di daerah.

"Pasti berpengaruh (mudik gratis). Otomatis penjualan tiket di PO berkurang karena banyak armada gratis, apalagi kami di daerah sekarang jarang dilibatkan dalam sistem sewa tersebut," ucap dia.

Sementara itu Kepala Divisi Pengawasan dan Pengendalian Kadiv Wasdal Terminal Tirtonadi Solo Sunardi mengakui adanya penurunan jumlah penumpang sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, euforia mudik tahun ini memang besar, namun banyak masyarakat yang kini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halaman.

"Perbandingannya tidak terlalu jauh, sekitar 7 persen saja. Sebenarnya ada kenaikan aktivitas dibanding hari biasa, tapi tidak sesignifikan tahun-tahun sebelumnya. Mayoritas tujuan penumpang adalah wilayah Jabodetabek, seperti Pulo Gebang dan sekitarnya," ujarnya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....