Waspada Microsleep saat Mudik Lebaran

  • 26 Mar 2026 22:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Microsleep menjadi salah satu ancaman serius bagi para pengendara, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tertidur sejenak dalam hitungan detik tanpa disadari, namun dampaknya bisa sangat fatal di jalan raya.

Mengutip akun Instagram @rifato, banyak pengemudi tidak menyadari tanda-tanda microsleep karena gejalanya sering dianggap sepele. Rasa mengantuk ringan, sering menguap, hingga mata terasa berat kerap diabaikan sebagai hal biasa saat perjalanan jauh.

Padahal, microsleep terjadi ketika otak mulai kekurangan oksigen akibat kelelahan. Dalam kondisi ini, tubuh tetap terlihat terjaga, tetapi otak sebenarnya sudah “mati sejenak” dan kehilangan fokus.

Risikonya menjadi sangat berbahaya ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Pada kecepatan 60–80 km/jam, memejamkan mata selama 3 detik saja bisa membuat kendaraan melaju puluhan meter tanpa kendali.

Selain itu, tanda lain yang perlu diwaspadai adalah sulit mengingat beberapa detik terakhir saat berkendara. Hal ini menandakan otak sudah tidak sepenuhnya fokus dan berpotensi mengalami microsleep.

Kondisi ini sering terjadi saat perjalanan panjang tanpa istirahat cukup. Apalagi saat mudik Lebaran, di mana pengendara cenderung memaksakan diri demi cepat sampai tujuan.

Karena itu, penting bagi pengemudi untuk mengenali tanda-tanda awal microsleep. Keselamatan di jalan tidak hanya soal keterampilan mengemudi, tetapi juga kemampuan membaca kondisi tubuh sendiri.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....