Pemkot Surakarta Resmikan Rumah Ibadah Ramah Pemudik

  • 17 Mar 2026 18:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta meresmikan program rumah ibadah ramah pemudik di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Penumping, Selasa 17 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memberikan layanan bagi pemudik sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, mengatakan program tersebut menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Surakarta. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai rumah ibadah lintas agama dalam menyambut pemudik.

“Ini menunjukkan kerukunan dan toleransi umat beragama di Kota Solo sangat baik,” kata Budi Murtono.

Menurut Budi, program ini menjadi bentuk kolaborasi antarumat beragama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap nilai toleransi tersebut dapat terus dijaga dan dikembangkan.

“Seluruh agama di Kota Solo saling berkolaborasi menyambut para pemudik,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, mengatakan program ini bertujuan meningkatkan pelayanan kepada pemudik. Selain sebagai tempat ibadah, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk beristirahat.

“Rumah ibadah ini berada di jalur mudik dan bisa dimanfaatkan pemudik untuk istirahat dengan nyaman,” katanya.

Ia menambahkan fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, toilet bersih, makanan ringan, hingga tempat pengisian daya gawai. Selain itu tersedia juga bantuan teknis dan layanan kesehatan bagi pemudik.

Pada tahun ini terdapat empat lokasi rumah ibadah yang disiapkan di jalur mudik strategis. Lokasi tersebut meliputi Gereja Baptis Indonesia (GBI) Penumping di jalur tengah, Vihara Dharma Sundara di Pucangsawit wilayah timur, Masjid Sri Sarsanti Soejitno (S3) di Pajang jalur selatan, serta Masjid Muqorrobin di Kadipiro jalur utara.

Ulin berharap keberadaan rumah ibadah ramah pemudik dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat membantu menekan risiko kecelakaan selama arus mudik.

“Mereka bisa pertama memanfaatkan ee nopo niku sarana yang ada ya dengan baik. Harapannya bisa menegas kan angka kecelakaan,” ujarnya.

Program rumah ibadah ramah pemudik sebelumnya telah dimulai pada tahun 2025 dengan melibatkan empat masjid. Pada tahun 2026 program tersebut diperluas dengan melibatkan rumah ibadah lintas agama. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....