“MBAK DEWI” Polres Sragen Jadi Penyelamat Pemudik Mobil Listrik saat Kehabisan Daya

  • 16 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Mudik dengan mobil listrik kini tak lagi perlu dihantui range anxiety atau ketakutan kehabisan daya di tengah jalan. Polres Sragen punya cara sendiri untuk memastikan para pemudik menggunakan mobil listrik tetap tenang saat melintas di Bumi Sukowati.

Inovasi paling anyar, layanan kawal darurat bagi pengguna mobil listrik. Layanan ini diberi nama 'Mbak Dewi' (Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident) layaknya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Program ini menjadi salah satu langkah adaptif kepolisian dalam merespons perkembangan kendaraan ramah lingkungan yang semakin banyak digunakan masyarakat. Terutama saat momentum arus mudik dan arus balik Lebaran, Masa Operasi Ketupat Candi 2026.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan bahwa layanan MBAK DEWI merupakan bentuk komitmen Polres Sragen untuk memberikan pelayanan cepat dan solutif bagi masyarakat di perjalanan. Melalui inovasi ini, apabila ada pemudik pengguna kendaraan listrik yang mengalami kehabisan daya secara mendadak di tengah perjalanan, masyarakat dapat segera menghubungi hotline 110 Polres Sragen.

"Melalui hotline 110 Polres Sragen atau memindai barcode chatbot Sipolan milik Polda Jateng. Setelah laporan diterima, petugas kami akan langsung menuju lokasi dengan membawa unit MBAK DEWI,” ujar Kapolres.

Mbak Dewi juga memberikan atensi bagi pemudik yang kesulitan mengakses layanan Call Center 110. Jika jalur telepon sibuk atau terkendala sinyal, personel di Pos Terpadu siap menjadi "pusat solusi" manual yang merespons setiap keluhan warga secara real-time.

"Kalau baterai sudah menyentuh angka kritis, jangan panik. Tim kami siap mengisi hingga 10 persen dan mendampingi hingga ke titik SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terdekat," ujar AKBP Dewiana.

Tak hanya soal mobil listrik,

Semangat Operasi Lilin lalu pun tetap dibawa. Di sekitar Pos Terpadu, pemudik bisa menikmati fasilitas "plus-plus" secara cuma-cuma. Mulai dari cek kesehatan gratis bagi sopir yang mulai merasa ngantuk atau pegal, hingga layanan tambal ban dan bengkel darurat.

"Prinsipnya, kami ingin pemudik merasa punya sandaran saat ada kendala di jalan. Mau itu urusan kesehatan, ban bocor, sampai urusan baterai mobil yang lowbat, semua kami layani," ujar Kapolres.

Dengan sistem pelayanan yang terpusat di Pos Terpadu, Mbak Dewi memastikan bahwa mudik tahun ini bukan sekadar soal kelancaran lalu lintas, tapi juga soal kenyamanan dan keselamatan hingga sampai di depan pintu rumah halaman.

Semangat pelayanan tersebut sejalan dengan filosofi Jawa Tengah, “Andani Saka Wiwitan, Nganti Tekan,” yang bermakna melayani masyarakat sejak awal perjalanan hingga benar-benar sampai tujuan dengan selamat.

Salah satu pemudik yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Tri, warga asal Ngawi. Ia mengaku sangat terbantu ketika mobil listrik yang dikendarainya kehabisan daya saat melintas di wilayah Sragen.

Setelah menghubungi layanan 110, petugas Polres Sragen tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di lokasi dan memberikan bantuan pengisian daya darurat menggunakan unit MBAK DEWI.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Polres Sragen. Setelah saya menghubungi 110, petugas langsung datang membantu mengisi daya mobil saya dan mengantar ke SPKLU terdekat. Pelayanannya sangat cepat dan luar biasa membantu,” ucap Tri. MI

Rekomendasi Berita