Cahaya Al-Qur’an Hadir Menjangkau Ruang Paling Gelap
- 12 Mar 2026 10:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Dialog Tanjung Perak Pagi edisi Kamis, 12 Maret 2026 mengangkat topik “Menghadirkan Cahaya Al-Qur'an di Ruang yang Paling Gelap.” Dalam dialog tersebut, Kepala Perwakilan PPPA Daarul Qur’an Jawa Timur, Dyah Fitriatus Sholihah yang akrab dipanggil Dyah, menjelaskan upaya menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan spiritual.
Dyah mengatakan, ketika berbicara tentang cahaya Al-Qur’an, banyak orang membayangkan majelis ilmu atau masjid yang nyaman. Namun menurutnya, masih ada banyak ruang kehidupan yang jarang tersentuh kegiatan dakwah.
“Sering kali ketika kita berbicara tentang cahaya Al-Qur’an, kita membayangkan majelis-majelis yang indah atau masjid yang nyaman,” ujarnya. Padahal, menurut Dyah, ada kelompok masyarakat yang justru membutuhkan perhatian lebih, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan.
Salah satu contoh yang disampaikan Dyah adalah kisah seorang anggota kepolisian yang dikenal masyarakat sebagai “polisi baik”, yaitu Pak Purnomo, yang dengan kepeduliannya merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat datang dari siapa saja.
Dyah menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, PPPA Daarul Qur’an Jawa Timur turut bekerja sama dalam memberikan pendampingan spiritual, salah satunya dengan menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an bagi para ODGJ yang sedang menjalani proses perawatan.
“Di tempat-tempat seperti itu kami berusaha menghadirkan cahaya Al-Qur’an,” kata Dyah. Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan mengedepankan kesabaran, empati, serta penerimaan agar para peserta merasa dihargai dan diperhatikan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang dilakukan bersama relawan cukup sederhana, seperti belajar membaca Al-Qur’an secara perlahan, mendengarkan bacaan ayat suci, hingga kegiatan kebersamaan lainnya yang dapat menumbuhkan semangat dan ketenangan batin.
Dyah mengatakan perubahan tidak terjadi secara instan, tetapi dapat terlihat secara bertahap. “Kami menyaksikan bagaimana mereka mulai belajar mengeja huruf demi huruf Al-Qur’an, dari yang awalnya hanya duduk mendengarkan kemudian mulai ikut membaca,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dyah berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat terus dihadirkan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di ruang-ruang kehidupan yang jarang mendapat perhatian. Menurutnya, pendekatan dengan empati dan kepedulian dapat membantu menghadirkan harapan serta ketenangan bagi mereka yang membutuhkan pendampingan.