Ahli Gizi UNAIR Bagikan Tips Pilih Kue Lebaran

  • 11 Mar 2026 17:04 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju menjadi sajian khas saat merayakan Idul Fitri di Indonesia. Ahli gizi FKM Universitas Airlangga Mahmud Aditya Rifqi memberikan panduan memilih kue kering.

Di balik kelezatannya, masyarakat perlu cermat memilih kue kering yang aman dan berkualitas. Pemilihan produk penting untuk menjaga kesehatan keluarga.

Mahmud menekankan pentingnya memahami penggunaan bahan tambahan pangan. “Penggunaan pengawet, pemanis, dan pewarna diperbolehkan jika sesuai batas aman,” ujar Mahmud.

“Aturan tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah dan BPOM," katanya. Ia mengingatkan masyarakat mewaspadai bahan tambahan ilegal yang tidak terdaftar.

Produsen nakal berpotensi menggunakan bahan berbahaya. Mahmud menyarankan konsumen memperhatikan tampilan dan aroma kue sebelum membeli.

“Jika warnanya terlalu mencolok dan tidak natural, sebaiknya dihindari,” katanya. Aroma tengik juga menjadi tanda kualitas kue menurun.

“Jika terasa tengik, lemak telah teroksidasi dan sebaiknya tidak dikonsumsi,” katanya. Selain bahan, kemasan juga menentukan keamanan kue kering.

Konsumen perlu mengecek tanggal kedaluwarsa dan kondisi segel produk. “Pastikan kemasan tidak bocor, pecah, atau retak sebelum dibeli,” ujar Mahmud.

Ia juga menekankan pentingnya izin edar pada produk pangan. Bagi yang membatasi kalori, Mahmud menyarankan menerapkan prinsip 3J.

Prinsip tersebut meliputi jenis, jumlah, dan jadwal konsumsi. “Kue kering sebaiknya hanya sekitar 10–20 persen dari total kalori harian,” katanya.

Pembatasan ini membantu mencegah lonjakan gula darah setelah Ramadan. Ia juga menyarankan membuat kue sendiri dengan bahan rendah kalori.

Rekomendasi Berita