Gerbong Maut. Tragedi Sejarah Yang Dilupakan

KBRN. Bondowoso : Salah satu pemerhati sejarah dan budayawan di Kabupaten Bondowoso, Junaedi, S.Pd., meminta pemerintah daerah setempat untuk lebih intens memperingati tragedi Gerbong Maut yang terjadi pada tanggal 23 November 1947 lalu.

Dalam pengamatannya, saat kepemimpinan Bupati Agus Sarosa peringatan tragedi bersejarah tersebut selalu digelar secara rutin tiap 23 November. Namun, seiring pergantian pemimpin peringatan tersebut perlahan mulai berkurang.

" Saya pemain (kolosal) saat itu. Malah dibawa ke Surabaya main kolosal di Grahadi, di Stasiun Gubeng. Naik kereta kita," kenangnya, Kamis (11/03/2021).

Pria yang akrab disapa Bang Jun ini memaparkan, peringatan tragedi Gerbong Maut oleh Pemkab Bondowoso selama ini digelar dalam konsep "Bondowoso Jadoel". 

Sayangnya, even tersebut tidak sesuai dengan momen sejarah 23 November dan tidak bertajuk "Memperingati Tragedi Gerbong Maut" secara eksklusif. 

" Even tanggal 23 November, itu yang kami tunggu. Agar masyarakat tahu, sama seperti Hari Jadi Bondowoso, " lanjutnya.

Bahkan dia yakin, masyarakat Bondowoso terutama generasi milenial banyak yang tidak mengetahui kapan tragedi Gerbong Maut terjadi. " Saya yakin 75 persen tidak tahu. Itu sudah dibuktikan," bebernya.

Sebagai ketua sanggar Grup Apresiasi Seni (GAS), Bang Jun mengaku sering menggelar peringatan secara sederhana seperti parade puisi yang bekerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudradjat menerangkan, selama ini peringatan tragedi Gerbong Maut seolah-olah memang masyarakat sendiri yang menyadarinya.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan setiap kejadian terkait dengan sejarah, agar wajib untuk diperingati tiap tahun.

" Nanti kita push kembali lah dinas terkait. Kalau sejarah itu masuknya Disparpora. Kalau yang megalitikum itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengemukakan, sejarah perjuangan bangsa dalam tragedi Gerbong Maut wajib digaungkan oleh masyarakat dan pemerintah. Hal ini untuk membuktikan bahwa Bondowoso memiliki kisah sejarah komplit, mulai megalitikum hingga sejarah bangsa.

Apalagi, Bondowoso saat ini ditetapkan sebagai salah satu kota pusat megalitikum dan sedang dalam proses menuju Unesco Global Geopark. 

" Karena banyaknya penemuan peninggalan-peninggalan bersejarah setahun terakhir," pungkas Sinung. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar