Cak Imin Prioritaskan Penyelamatan, Bantuan Pemulihan Ponpes Al-Khoziny

  • 02 Okt 2025 19:20 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar menyampaikan duka mendalam atas musibah ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Muhaimin menegaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan para korban yang masih hidup, baik yang tengah dirawat di rumah sakit maupun yang masih tertimbun di lokasi.

"Tentunya kita semua bersedih, berduka kepada keluarga yang ditinggalkan. Namun yang paling pokok sekarang adalah penyelamatan korban yang masih hidup."ujarnya kepada rri.co.id, Kamis (2/10/2025) dilokasi.

Pihak keluarga juga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada BNPB untuk segera mengevakuasi secepatnya, tanpa perlu lagi mengkhawatirkan risiko dalam proses evakuasi.

"Yang menjadi korban, yang masih ada di rumah sakit saya minta untuk segera ditangani cepat. Untuk korban-korban yang belum ditemukan kita serahkan kepada BNPB untuk segera bisa evakuasi. Keluarga hanya meminta kepastian," harap pria yang disapa Cak Imin itu.

Selain itu, Cak Imin menuturkan, ia sudah berkomunikasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, juga berkomitmen telah mencari bantuan untuk meringankan beban Ponpes Al Khoziny pasca tragedi.

"Saya dan Pak Pratikno akan berusaha membantu mencari dukungan, baik untuk pemulihan fisik maupun kebutuhan para santri," ujarnya.

Musibah ambruknya bangunan musala empat lantai Ponpes Al Khoziny hingga kini masih menyisakan duka mendalam.

"Tim SAR gabungan bersama Basarnas dan BNPB terus melakukan evakuasi dengan mengerahkan alat berat serta personel terlatih untuk mempercepat pencarian korban," tambahnya.

Sebagai Informasi, hingga Kamis (2/10/2025) sore, proses evakuasi masih berlanjut, sebanyak108 orang korban telah berhasil dievakuasi, baik mandiri maupun oleh Tim SAR. Dari jumlah itu, 5 di antaranya meninggal dunia, dan sisanya dipastikan selamat namun mengalami luka-luka. Tim SAR juga menyebut ada skitar 55 lebih orang yang belum diketahui kondisinya.

Rekomendasi Berita