Mahasiswi UTM Raih Best Speech

  • 12 Feb 2026 15:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi semester 6 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Uul Hasanah, menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan public speaking. Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, ia telah menaruh minat pada dunia komunikasi publik dan berbicara di depan umum. Ketertarikan tersebut kemudian ia mantapkan dengan memilih Ilmu Komunikasi sebagai bidang studi yang dinilai selaras dengan minat dan potensinya.

Selama perkuliahan, Uul aktif mengikuti berbagai mata kuliah yang mendorong praktik komunikasi secara langsung, seperti Jurnalistik, Public Relations, MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), Capacity Building, dan CSR.

Menurutnya, kombinasi teori dan praktik di kelas membantu membentuk kepercayaan diri serta kemampuan berpikir kritis. “Sejak awal kuliah saya merasa Ilmu Komunikasi adalah ruang yang tepat untuk mengembangkan minat dan kemampuan saya di bidang public speaking,” ujarnya.

Tak hanya di ruang kelas, Uul juga aktif di organisasi kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan UTM TV. Di BEM, ia terlibat dalam forum diskusi, penyampaian aspirasi, hingga menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan.

Sementara di UTM TV, ia mendapat pengalaman sebagai reporter yang semakin mengasah keterampilan berbicara dan penguasaan materi. “Pengalaman organisasi sangat membantu saya melatih komunikasi publik secara nyata,” tambahnya.

Komitmennya di bidang public speaking membuahkan hasil ketika ia mengikuti ajang Duta Public Speaking UTM 2025. Setelah melalui serangkaian seleksi dan karantina, Uul terpilih sebagai Best Speech. Ia mengaku pencapaian tersebut menjadi momen berharga sekaligus tanggung jawab besar.

“Gelar Best Speech bukan sekadar title, tetapi amanah untuk terus menjaga kualitas dan konsistensi saya dalam berbicara di ruang publik,” ungkapnya.

Menjelang masa studi akhir, Uul berencana melanjutkan pengembangan kompetensinya dengan bergabung magang di RRI Surabaya. Ia menilai lembaga penyiaran publik tersebut sebagai ruang profesional yang dapat memberikan pengalaman nyata di dunia broadcasting.

“Saya ingin belajar langsung di lingkungan penyiaran yang profesional agar lebih siap memasuki dunia kerja,” tuturnya. Dukungan dari kakak tingkat yang pernah magang di RRI Surabaya semakin menguatkan langkahnya untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan kariernya di bidang komunikasi.

Rekomendasi Berita