​Menapaki Jejak Pahlawan Kemerdekaan di Setiap Langkah Mojosuro

  • 16 Nov 2025 08:52 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Mojokerto: Di balik hiruk-pikuk yel-yel, kostum kreatif, dan derap kaki ribuan peserta, Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya (Mojosuro) 2025 menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar ketahanan fisik. Di Jalan Raya Surodinawan, Mojokerto, Sabtu (15/11/2025) siang, lebih dari 6.500 peserta berkumpul bukan hanya untuk menempuh 55 kilometer menuju Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Jawa Timur, tetapi juga untuk merawat ingatan bangsa tentang perjuangan, tentang kemerdekaan, dan tentang arti menjadi bagian dari Indonesia.

Bagi sebagian peserta, Mojosuro adalah perjalanan batin. Rizal (24) dari Sidoarjo, misalnya, melihat langkah panjang Mojosuro sebagai cara sederhana tetapi bermakna untuk menghormati para pahlawan. "Ini bentuk penghormatan saya atas perjuangan kemerdekaan. Kita tidak ikut berjuang saat itu, jadi memperingati saja sudah sebuah kebanggaan," ujarnya sambil tersenyum letih.

Di sisi lain, Seger Santoso (50) dari Pasuruan datang dengan harapan yang lebih introspektif: agar generasi muda tidak kehilangan arah sejarahnya. "Pesan saya kepada pemuda Indonesia: harus peduli dengan kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara," katanya, kepada Radio Republik Indonesia (RRI) dilokasi. Suaranya tegas, seakan ingin memastikan bahwa pesan itu benar-benar tertanam pada siapa pun yang mendengarnya.

Saat ribuan peserta melangkah serempak, terlihat jelas bahwa Mojosuro bukan sekadar lintasan dari titik start menuju garis finish. Ia telah menjelma menjadi ruang perjumpaan nilai antara generasi tua dan muda, antara memori perjuangan dan kehidupan masa kini.

Dalam setiap kilometer yang ditempuh, ada pesan tentang ketangguhan, kebersamaan, dan rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan darah dan nyawa.

Mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Jatim Adhy Karyono dalam pidato pelepasan peserta mengungkapkan, gambaran event ini dengan tepat, Mojosuro bukan hanya olahraga, tetapi sebuah napak tilas. "Ini wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan. Event ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Rona warna-warni semakin memeriahkan perjalanan panjang tersebut. Kostum kreatif, atribut unik, hingga yel-yel khas regu tak hanya memunculkan suasana riang, tetapi juga menjadi simbol keberagaman Indonesia.

Peserta datang dengan formasi beragam, perorangan, regu pelajar, umum, hingga unsur TNI dan Polri semua berpadu dalam satu tekad: melangkah bersama dalam semangat perjuangan.

Di sepanjang 55 kilometer itu, setiap langkah seolah berkata: Kemerdekaan adalah titipan. Dan generasi kini harus terus menjaganya.

Rekomendasi Berita