Daya Beli Masyarakat Berpengaruh Signifikan bagi Pertumbuhan Ekonomi

  • 22 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11 persen dan dinilai menunjukkan ketahanan domestik kuat. Capaian tersebut relatif lebih baik dibanding sejumlah kawasan besar dunia.

Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo dalam siaran pers, Minggu 22 Februari 2026 menilai, ekonomi Indonesia memasuki babak baru. Dimana Produk Domestik Bruto per kapita juga menembus 5.000 dolar AS per tahun.

"Pertumbuhan 5,11 persen harus dijaga sebagai momentum penguatan daya beli rakyat. Kebijakan publik wajib memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Menurutnya, pencapaian makro tersebut harus diimbangi penguatan daya beli masyarakat luas. Pertumbuhan ekonomi dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan kelompok bawah dan rentan.

Daya beli masyarakat disebut sebagai indikator substantif dibanding sekadar angka pertumbuhan. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto nasional.

"Arah pembangunan nasional harus memperkuat ekonomi domestik dan sektor riil. Negara perlu hadir aktif menjaga stabilitas harga, lapangan kerja, dan perlindungan sosial," imbuhnya.

Soekarwo menjelaskan struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor informal dengan pendapatan tidak tetap. Kondisi tersebut membuat masyarakat rentan terhadap kenaikan harga pangan dan energi.

Rekomendasi Berita