Menjaga Lisan selama Puasa di Bulan Ramadan

  • 05 Mar 2026 18:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Salah satu hal yang paling menantang untuk dijaga adalah lisan.

Ustad H. Mawahib Al Masyhadyi S.Ag, MM Dai Yayasan Dana Sosial AL-Falah kota Surabaya saat berbincang dengan RRI Surabaya dalam program Berkah Ramadan 5 Maret 2026 menjelaskan menjaga lisan menjadi ujian tersendiri bagi setiap orang yang berpuasa. Tanpa disadari, perkataan yang tidak terkontrol seperti menggunjing, berkata kasar, memfitnah, hingga menyebarkan kabar yang belum tentu benar dapat merusak nilai ibadah puasa.

“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang bisa merusak pahala puasa, termasuk menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik,” ujar Ustad Mawahib.

Ia menegaskan bahwa orang yang tidak mampu menjaga lisannya saat berpuasa dikhawatirkan hanya mendapatkan rasa lapar dan haus semata, tanpa memperoleh pahala dari ibadah tersebut.

“Ketika seseorang tidak menjaga lisannya, seperti menggunjing, berkata kasar, atau menyakiti orang lain dengan perkataan, maka puasanya bisa kehilangan nilai pahala. Pada akhirnya yang didapat hanya lapar dan haus saja,”ucapnya.

Menurutnya, menjaga lisan merupakan bagian dari bentuk pengendalian diri yang menjadi tujuan utama dari ibadah puasa. Dengan menjaga ucapan, seseorang juga belajar mengendalikan emosi, memperkuat kesabaran, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Ia juga mengingatkan bahwa di era media sosial saat ini, menjaga lisan tidak hanya dalam bentuk ucapan langsung, tetapi juga melalui tulisan atau komentar di dunia digital. Hal tersebut tetap termasuk dalam bentuk perkataan yang harus dijaga.

“Menjaga lisan hari ini tidak hanya lewat ucapan, tetapi juga melalui tulisan di media sosial. Jangan sampai jari kita menuliskan sesuatu yang menyakiti orang lain atau menimbulkan fitnah,”katanya.

Ustad Mawahib mengajak umat Muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, termasuk membiasakan berkata baik atau memilih diam jika tidak memiliki sesuatu yang bermanfaat untuk disampaikan.

Dengan menjaga lisan, diharapkan ibadah puasa tidak hanya menjadi rutinitas menahan lapar dan haus, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan ketakwaan serta mendapatkan pahala yang sempurna di sisi Allah SWT.

Rekomendasi Berita