Pesona Goa Tiangko, Surga Alam di Merangin yang Menyimpan Potensi Wisata

  • 03 Jul 2026 09:27 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Di tengah pesatnya perkembangan zaman, desa-desa yang masih menjaga kelestarian alam memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu kawasan yang menyimpan potensi tersebut adalah Goa Tiangko, yang berada di Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.Pada Kamis 2 Juli 2026.

Kawasan ini menawarkan lebih dari sekadar panorama alam. Pepohonan yang rindang, udara yang sejuk, aliran air yang jernih, serta suasana pedesaan yang tenang menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Goa Tiangko menjadi tempat yang menawarkan ketenangan sekaligus keindahan alam yang masih alami.

Goa dengan karakter batuan kapur yang unik itu menyuguhkan pemandangan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Cahaya matahari yang masuk melalui mulut goa menciptakan suasana eksotis, sementara suara tetesan air dan kicauan burung menambah kesan damai bagi siapa pun yang datang.

Tak heran jika Goa Tiangko dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Merangin.

Perubahan tren pariwisata dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang besar bagi kawasan seperti Goa Tiangko. Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat hiburan modern, tetapi juga menginginkan pengalaman menikmati alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal yang masih autentik.

Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Desa Tiangko. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kehadiran wisatawan dapat membuka berbagai peluang usaha baru, mulai dari kuliner khas daerah, penginapan, jasa pemandu wisata, kerajinan tangan, hingga pemasaran produk-produk pertanian lokal.

Di balik potensi wisata yang besar, masih terdapat tantangan yang perlu mendapat perhatian, yakni masih adanya lahan persawahan masyarakat yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, kawasan Sungai Manau memiliki kondisi tanah yang subur serta sumber air yang melimpah, sehingga sangat mendukung pengembangan sektor pertanian.

Menurunnya minat generasi muda untuk bertani menjadi salah satu penyebab banyak lahan mulai kehilangan produktivitas. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, desa dikhawatirkan akan semakin bergantung pada sektor ekonomi dari luar.

Karena itu, pengembangan Goa Tiangko sebaiknya tidak hanya berfokus pada sektor wisata, tetapi juga dikolaborasikan dengan pertanian melalui konsep agrowisata.

Melalui konsep ini, wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga dapat melihat aktivitas pertanian masyarakat, menikmati hasil panen lokal, hingga merasakan kehidupan pedesaan yang masih alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....