Pendaki Gunung Kerinci Wajib Gunakan Guide Lokal, Ini Alasannya

  • 16 Feb 2026 13:13 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - ‎Mendaki Gunung Kerinci bukan sekadar menaklukkan puncak tertinggi di Sumatera. Dengan ketinggian 3.805 mdpl dan statusnya sebagai gunung berapi aktif, Kerinci menawarkan jalur ekstrem, cuaca yang cepat berubah, serta hutan lebat khas kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Karena itulah, wacana kewajiban penggunaan guide lokal bagi para pendaki semakin menguat. Bukan tanpa alasan, aturan ini dinilai penting demi keselamatan, kelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Berikut alasan lengkapnya:

  1. Faktor Keselamatan di Gunung Aktif

    ‎Kerinci merupakan gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu bisa mengalami peningkatan aktivitas. Jalur menuju puncak juga dikenal curam, berpasir, dan licin terutama saat hujan atau kabut tebal turun.

    Guide lokal memahami:

    ‎ • Titik rawan longsor

    ‎ • Area berpasir yang mudah ambles

    ‎ • Jalur alternatif saat cuaca ekstrem

    ‎ • Prosedur darurat jika terjadi erupsi atau pendaki tersesat

    ‎Pendaki pemula hingga berpengalaman tetap berisiko jika meremehkan kondisi alam Kerinci.

  2. Mengurangi Kasus Pendaki Tersesat
    ‎Setiap tahun, laporan pendaki tersesat atau mengalami hipotermia di Kerinci bukan hal baru. Kabut tebal bisa turun dalam hitungan menit, membuat jarak pandang hanya beberapa meter.

    Guide lokal hafal:
    ‎ • Percabangan jalur tak resmi
    ‎ • Titik camp yang aman
    ‎ • Sumber air alami
    ‎ • Estimasi waktu tempuh realistis
    ‎Keberadaan mereka secara signifikan menekan potensi insiden.
  3. Menjaga Kelestarian TNKS
    ‎Kawasan Kerinci masuk wilayah konservasi TNKS, rumah bagi satwa langka seperti harimau Sumatera dan beragam flora endemik.

    Guide lokal berperan dalam:
    ‎ • Mengedukasi pendaki soal aturan konservasi
    ‎ • Mengawasi sampah dan perilaku merusak
    ‎ • Mengarahkan pendaki agar tidak keluar jalur resmi
    ‎Tanpa pengawasan, tekanan wisata bisa merusak ekosistem jangka panjang.
  4. Mendukung Ekonomi Masyarakat Lokal
    ‎Mayoritas guide berasal dari Desa Kersik Tuo dan wilayah sekitar Kerinci. Kebijakan wajib guide otomatis:
    ‎ • Membuka lapangan kerja
    • Meningkatkan kesejahteraan warga
    ‎ • Menggerakkan ekonomi homestay, porter, dan UMKM lokal
    ‎Wisata yang sehat bukan hanya soal menikmati alam, tapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.
  5. Standar Profesionalisme Pendakian
    ‎Di banyak gunung dunia, penggunaan guide adalah standar keselamatan, terutama untuk gunung tinggi dan aktif. Kerinci sebagai atap Sumatera sudah seharusnya menerapkan sistem pendakian yang lebih profesional dan terkontrol.

    Mendaki Gunung Kerinci bukan sekadar petualangan, tapi juga tanggung jawab. Kewajiban menggunakan guide lokal bukan untuk membatasi kebebasan pendaki, melainkan memastikan keselamatan, kelestarian alam, serta kesejahteraan masyarakat. Jika aturan ini benar-benar diterapkan secara konsisten, Kerinci bisa menjadi contoh pengelolaan wisata gunung yang aman dan berkelanjutan di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....