Aktivis Desak PJJ, Asap Kerinci Sungai Penuh Memburuk
- 07 Sep 2026 12:41 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh — Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam sepekan terakhir semakin mengkhawatirkan. Kondisi tersebut ditandai dengan jarak pandang terbatas dan aroma sangit yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi ini turut mendapat perhatian aktivis lingkungan setempat, Randi. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk kualitas udara.
Randi meminta pemerintah daerah mempertimbangkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, terutama jika kualitas udara terus memburuk.
“Anak-anak sekolah adalah kelompok yang paling rentan terpapar partikel berbahaya saat beraktivitas di luar ruangan. Melihat kondisi udara yang terus memburuk, Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh sebaiknya segera mengeluarkan kebijakan PJJ,” ujar Randi, Senin 07 September 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut penting sebagai langkah perlindungan terhadap siswa yang setiap hari harus beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.
Selain sektor pendidikan, Randi mendorong pemerintah memperketat pengendalian sumber emisi, termasuk emisi kendaraan bermotor dan aktivitas pembakaran yang berpotensi memperburuk kualitas udara.
Ia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan kualitas udara dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat agar warga dapat menyesuaikan aktivitas, khususnya kelompok rentan.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang disebut Randi, dalam tujuh hari terakhir nilai Air Quality Index (AQI) di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh berada pada kisaran 112 hingga 125 pada awal September. Angka tersebut kemudian meningkat hingga menembus 150.
Kondisi itu menunjukkan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat bagi masyarakat. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 juga disebut mencapai sekitar 55 hingga 70,7 mikrogram per meter kubik.
Randi menilai kondisi geografis Kerinci dan Sungai Penuh yang dikelilingi perbukitan dapat membuat polutan bertahan lebih lama ketika kondisi atmosfer tidak mendukung penyebaran asap.
Karena itu, ia berharap Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh segera memperkuat koordinasi dan mengambil langkah bersama untuk menangani kabut asap, sekaligus mencegah dampaknya semakin meluas terhadap kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....