Cabai Merah Jadi Pemicu Inflasi Merangin, Harga Tembus Rp65 Ribu per Kilogram
- 06 Okt 2026 11:20 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Merangin mulai mengalami kenaikan pada awal Oktober 2026. Cabai merah menjadi komoditas yang paling besar mendorong kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah.
Data IPH minggu pertama Oktober 2026 mencatat perubahan harga di Merangin mencapai 2,41 persen. Cabai merah menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,044. Kenaikan juga terjadi pada beras dan cabai rawit. Kedua komoditas tersebut masing-masing memberikan andil sebesar 0,26 dan 0,118 terhadap perubahan IPH.
Kondisi itu terlihat dari pantauan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merangin di Pasar Baru Bangko pada 5 Oktober 2026. Harga cabai merah keriting kini mencapai Rp65 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah menembus Rp80 ribu per kilogram.
| Baca juga: UMKM Merangin Didorong Masuk Ritel Modern |
Harga daging sapi juga naik menjadi Rp150 ribu per kilogram. Beras kualitas premium ikut bergerak naik hingga Rp17 ribu per kilogram. Di tengah kenaikan tersebut, harga beras SPHP Bulog masih bertahan di angka Rp12 ribu per kilogram sesuai ketetapan pemerintah.
Kenaikan sejumlah komoditas itu menjadi perhatian Pemkab Merangin. Pemerintah daerah langsung membahas perkembangan harga tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, Senin 5 Oktober 2026..
Rakor berlangsung dari Ruang Merangin Planning Center (MPC) Bappeda Merangin. Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni memimpin rapat tersebut bersama unsur Forkopimda, pimpinan Bulog, BPS, serta kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Zulhifni meminta seluruh pihak memperkuat pemantauan harga dan pasokan di pasar. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan agar kenaikan harga tidak semakin meluas.
“Pemkab Merangin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh stakeholder akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok. Kita ingin memastikan pasokan pangan tetap aman dan distribusi lancar, terutama terhadap komoditas yang saat ini mengalami kenaikan seperti cabai dan daging,” tutur Zulhifni.
Rakor juga membahas penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif angkutan. Pemerintah menilai perubahan biaya transportasi dapat memengaruhi harga barang di tingkat pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....