Pengrajin Gula Merah di Kerinci Kewalahan Penuhi Permintaan

  • 07 Feb 2026 23:12 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Permintaan gula merah di Kabupaten Kerinci terus menunjukkan tren peningkatan, terutama menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Bahan pemanis alami ini banyak dimanfaatkan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga berbagai olahan kuliner khas daerah yang kerap hadir saat bulan puasa.

Tingginya kebutuhan pasar tersebut, sayangnya, belum sejalan dengan ketersediaan produksi. Sejumlah pengrajin gula merah di Sungai Bermas, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, mengaku kewalahan memenuhi permintaan masyarakat yang terus berdatangan.

Keterbatasan bahan baku tebu menjadi kendala utama yang dihadapi para pengrajin. Pasokan tebu yang belum stabil membuat produksi gula merah tidak bisa ditingkatkan secara maksimal, meskipun permintaan terus melonjak.

Salah seorang pengrajin gula merah, Retmisal, mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini pihaknya hanya mampu memproduksi sekitar 800 kilogram hingga satu ton gula merah setiap pekan. Hasil produksi tersebut kemudian dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram.

“Kalau bahan baku tebu tersedia, produksi sebenarnya masih bisa ditingkatkan,” ujar Retmisal.Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menilai, potensi pengembangan gula merah di Kerinci masih sangat besar. Oleh karena itu, Retmisal berharap pemerintah daerah dapat ikut berperan dengan memberdayakan petani lokal untuk menanam tebu sebagai bahan baku utama.

Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya akan menjamin ketersediaan bahan baku bagi para pengrajin, tetapi juga berpeluang meningkatkan perekonomian petani lokal di Kabupaten Kerinci.

Dengan dukungan dari pemerintah dan sinergi antara pengrajin serta petani, produksi gula merah di Kerinci diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....