Bupati Merangin Pastikan Anak SAD Dapat Sekolah Gratis

  • 28 Jan 2026 23:58 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bupati Merangin, M. Syukur, bersama Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KPAT) Kementerian Sosial RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas. Kunjungan ini bertujuan untuk berdialog langsung dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) terkait pendidikan, ekonomi, dan perlindungan hukum.

Diskusi berlangsung unik, bukan di ruang formal, melainkan di ruang terbuka di bawah rindangnya pepohonan. Para peserta duduk bersinggungan lutut di atas karpet dan terpal, menciptakan suasana santai namun hangat.

Dalam pertemuan itu, Bupati Syukur menekankan empat poin penting: larangan PETI, pemberdayaan ekonomi melalui keramba ikan di Dam Betuk, program Sekolah Rakyat, dan bantuan perlengkapan sekolah. Khusus untuk pendidikan, Bupati menegaskan bahwa seluruh anak SAD wajib bersekolah dan semua biaya, mulai dari seragam hingga alat tulis, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

"Tidak ada alasan tidak sekolah karena tidak ada baju. Pemerintah siapkan peralatan sekolah gratis. Jika ada warga yang minta baju sekolah tapi tidak dikasih, laporkan langsung ke saya. Siapa saja yang mau sekolah, SD atau SMP, dikasih peralatan semua gratis, yang penting mau sekolah," tegas Bupati, Selasa 27 Januari 2026.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat pasca-Lebaran mendatang dengan konsep asrama. Semua kebutuhan siswa, termasuk tempat tinggal dan konsumsi, akan ditanggung negara.

Bupati juga menegaskan bahwa tidak ada diskriminasi hukum atau pelayanan publik bagi warga SAD. "Masyarakat SAD adalah warga saya, sama seperti masyarakat lainnya. Saya lindungi, saya ayomi, dan berhak mendapatkan pendidikan serta ekonomi yang layak. Saya akan berlaku adil untuk semua," pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin dalam memberikan perlindungan, pendidikan, dan peluang ekonomi yang setara bagi seluruh warganya, termasuk komunitas adat terpencil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....