BBTNKS Hentikan Seluruh Aktivitas Pendakian Gungung Kerinci
- 26 Jan 2026 12:32 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) resmi menutup seluruh aktivitas pendakian Gunung Kerinci sebagai langkah antisipasi atas meningkatnya aktivitas kegempaan gunung api tertinggi di Sumatra tersebut.
Penutupan ini berlaku bagi seluruh wisatawan maupun masyarakat umum melalui jalur R10 Kersik Tuo dan jalur Camping Ground Bukit Bontak di Kabupaten Solok Selatan.
Kebijakan penutupan tersebut merujuk pada Surat Edaran Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan pendaki, pengunjung, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api.
“Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Dengan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, seluruh kegiatan pendakian kami hentikan sementara,” ujar Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS, Delfi Andra, Selasa (6/1/2026).
Delfi menjelaskan, penutupan jalur pendakian mulai diberlakukan pada 6 Januari 2026 dan akan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pembukaan kembali pendakian akan menunggu perkembangan kondisi Gunung Kerinci serta rekomendasi lanjutan dari Badan Geologi.
Selain menutup jalur pendakian, BBTNKS juga menegaskan larangan bagi pengunjung dan wisatawan untuk mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Kerinci. Zona tersebut dinilai berpotensi membahayakan apabila terjadi letusan freatik atau peningkatan aktivitas vulkanik secara tiba-tiba.
BBTNKS mengimbau masyarakat, pendaki, serta pelaku wisata agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dan terus memantau informasi resmi dari instansi terkait. Masyarakat juga diharapkan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tetap tenang namun waspada, mengingat status Gunung Api Kerinci saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.
Dengan ditutupnya seluruh jalur pendakian Gunung Kerinci, pihak pengelola berharap risiko kecelakaan serta dampak buruk akibat aktivitas vulkanik dapat diminimalkan, sambil menunggu kondisi gunung kembali aman untuk aktivitas wisata alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....