Pedang Khas Rakyat Kerinci “Selangkeh”
- 30 Apr 2025 09:17 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh : Pedang selangkeh yang merupakan senjata tradisional asli Kerinci perlu dipopulerkan kembali kepada publik sehingga menjadi khazanah kebudayaan masyarakat setempat. Budayawan Seniman Jambi menyampaikan pada masa kerajaan, selangkeh dipergunakan oleh para hulubalang dan para depati, tidak saja sebagai senjata untuk bertempur di medan peperangan, tetapi juga sebagai sko (barang pusaka) yang mencerminkan kewibawaan sekaligus sebagai simbol kekuasaan bagi para depati. Pada zaman sebelum dikenalnya besi, senjata masyarakat Kerinci purba menggunakan rautan bilah bambu sebagai selangkeh, sementara serpihan batu menjadi senjata pendek, seperti karpu (sejenis pisau atau belati) dan juga dijadikan perkakas sehari-hari, seperti kapak batu genggam dan beliung.
Selanjutnya tidak seperti pedang pada umumnya yang hanya memiliki satu mata sisi saja, Selangkeh memiliki dua mata pedang yang sama tajam. Pedang ini mulai terlupakan, karena masyarakat kerinci lebih mengenal keris sebagai artefak warisan budaya. Padahal, Pedang selangkeh dulu biasa digunakan oleh para ksatria, hulubalang, adipati dan pendekar. Kini, model asli pedang ini hampir tidak pernah ditemui. Kalaupun ada biasanya berujung di tangan kolektor barang-barang antik. Selangkeh umumnya tidak memiliki sarung dan biasanya pedang ini diselipkan di samping pinggang.Pedang selangkeh terbuat dari besi baja berkualitas. Senjata tradisional ini kini hanya digunakan oleh para pemencak silat saat harus mengisi acara adat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....