PM Inggris Desak FIFA Usut Spanduk Malvinas yang Dibentangkan Pemain Argentina
- 18 Jul 2026 10:10 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mendukung langkah FIFA untuk menyelidiki aksi sejumlah pemain Timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas milik Argentina" seusai kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Dukungan tersebut muncul setelah Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle menilai aksi itu berpotensi melanggar aturan FIFA mengenai larangan aktivitas politik di sepak bola.
Starmer menyampaikan sikap itu melalui juru bicaranya setelah menyaksikan pertandingan saat melakukan perjalanan dengan kereta menuju Ukraina dalam kunjungan luar negeri terakhirnya sebagai perdana menteri. Downing Street menegaskan kepala pemerintahan Inggris mendukung seruan agar FIFA memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran regulasi dalam insiden tersebut.
Argentina memastikan tiket ke final setelah menundukkan Inggris 2-1 dalam laga yang berlangsung sengit di Atlanta pada Rabu (15/7). Seusai pertandingan, Lionel Messi bersama sejumlah rekan setim membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas", menggunakan nama yang dipakai Argentina untuk menyebut Kepulauan Falkland di Atlantik Selatan.
Inggris Tegaskan Posisi soal Falkland
Ketika dimintai tanggapan mengenai spanduk tersebut, juru bicara Starmer menegaskan posisi pemerintah Inggris tidak berubah.
"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," kata juru bicara tersebut.
Pemerintah Inggris juga menegaskan bahwa keputusan mengenai kemungkinan sanksi sepenuhnya menjadi kewenangan FIFA. Di sisi lain, mereka kembali menekankan bahwa politik seharusnya tidak dibawa ke dalam ajang sepak bola.
Saat ditanya mengenai final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol pada Minggu (19/7), juru bicara Starmer mengatakan perdana menteri mendoakan yang terbaik bagi kedua tim, dengan perhatian khusus kepada Spanyol.
Peter Kyle Minta FIFA Bertindak
Sehari sebelum pernyataan Downing Street, Kamis (16/7), Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle menyebut aksi para pemain Argentina sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip FIFA.
Dalam wawancaranya dengan BBC, Kyle mengatakan Piala Dunia dibangun atas prinsip bahwa politik harus dipisahkan dari olahraga.
"Sekarang hal itu menjadi urusan FIFA. Saya berharap FIFA akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh," ujarnya.
Downing Street kemudian memastikan Starmer mendukung penuh pernyataan tersebut dan mendesak FIFA menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Inggris Tetap Apresiasi Tim Nasional
Meski Inggris gagal melaju ke final, pemerintah tetap memberikan apresiasi kepada pelatih Thomas Tuchel dan skuad nasional.
Juru bicara Starmer menegaskan evaluasi terhadap posisi Tuchel merupakan kewenangan pelatih dan federasi sepak bola Inggris. Menurutnya, Tuchel telah membawa Inggris melangkah jauh di Piala Dunia 2026 serta menghadirkan pertandingan yang berkesan, termasuk saat menghadapi Meksiko dan Norwegia.
Pemerintah juga menilai tim nasional telah mewakili Inggris dengan baik, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sengketa Falkland Kembali Mencuat
Semifinal antara Inggris dan Argentina sejak awal diperkirakan berpotensi memunculkan kembali isu Kepulauan Falkland yang telah lama menjadi sengketa kedua negara.
Konflik tersebut berakar pada Perang Falkland tahun 1982 setelah Argentina menginvasi kepulauan itu. Perang tersebut menewaskan lebih dari 900 orang dan hingga kini masih menjadi isu sensitif bagi kedua negara.
Ketegangan juga muncul pada bulan ini ketika Argentina memprotes pelayaran kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Medway yang melintas dari Falkland menuju Chili. Buenos Aires menilai kapal tersebut melewati perairan nasional Argentina tanpa izin.
Pemerintah Inggris membantah tuduhan tersebut. Downing Street menjelaskan pemerintah Argentina telah menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai perjalanan logistik HMS Medway pada 5-8 Juli untuk mendukung operasi Survei Antartika Inggris.
Menurut pemerintah Inggris, kapal itu mengangkut pasokan dan perlengkapan penting bagi kegiatan penelitian ilmiah di Antartika. Mereka juga menegaskan Angkatan Laut Kerajaan selalu beroperasi sesuai hukum internasional dan memilih rute pelayaran yang paling aman serta efisien.
Pemerintah Falkland Kecam Aksi Pemain Argentina
Pemerintah Kepulauan Falkland turut mengecam aksi pembentangan spanduk seusai semifinal.
Dalam pernyataannya, pemerintah Falkland menyebut tim Argentina telah mencoreng kemenangan pada pertandingan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan Kepulauan Falkland.
Mereka juga mengingatkan bahwa masyarakat Falkland pernah menjadi korban invasi Argentina pada 1982. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma bagi banyak penduduk sehingga spanduk yang dibentangkan seusai pertandingan dinilai tidak sensitif.
Pemerintah Falkland berharap FIFA menegakkan komitmennya untuk menjaga olahraga tetap bebas dari kepentingan politik. Mereka juga meminta federasi sepak bola dunia menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....