Trofi Piala Dunia Terbuat dari Emas Asli?

  • 16 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Trofi Piala Dunia kembali menjadi sorotan seiring bergulirnya babak akhir Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Saat perhatian publik tertuju pada perebutan gelar juara dunia, rasa penasaran mengenai trofi paling prestisius dalam sepak bola juga kembali mencuat.

Banyak yang bertanya apakah trofi tersebut benar-benar dibuat dari emas murni, berapa nilai sebenarnya, hingga apakah negara juara dapat membawanya pulang untuk selamanya. Jawaban atas pertanyaan tersebut ternyata cukup menarik karena trofi ikonik FIFA menyimpan sejarah panjang sekaligus sistem pengamanan yang sangat ketat.

Trofi Piala Dunia Memang Terbuat dari Emas, tetapi Tidak Sepenuhnya Padat

Trofi Piala Dunia memang dibuat menggunakan emas asli 18 karat dengan kadar sekitar 75 persen emas murni. Material tersebut dipilih untuk menghasilkan tampilan mewah sekaligus menjaga daya tahan trofi.

Meski demikian, bagian dalam trofi sengaja dibuat berongga. Desain tersebut membuat bobotnya jauh lebih ringan dibanding jika seluruh bagian dibuat dari emas padat.

Pada bagian dasar trofi terdapat dua cincin batu malasit berwarna hijau yang menjadi ciri khas desain resmi FIFA sejak trofi ini diperkenalkan.

Trofi yang digunakan hingga sekarang merupakan hasil rancangan seniman Italia, Silvio Gazzaniga, pada 1971 dan mulai digunakan pada Piala Dunia 1974 sebagai pengganti Trofi Jules Rimet.

Mengapa Tidak Dibuat dari Emas Padat?

Keputusan membuat trofi berongga bukan tanpa alasan. Para ahli memperkirakan jika seluruh bagian trofi menggunakan emas padat, beratnya dapat mencapai sekitar 70 hingga 80 kilogram.

Bobot sebesar itu tentu menyulitkan para pemain ketika mengangkat trofi pada momen selebrasi juara yang menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola.


Berapa Berat Resmi Trofi Piala Dunia?

FIFA menetapkan berat resmi trofi mencapai 6,175 kilogram dengan tinggi sekitar 36,5 sentimeter.

Kombinasi emas 18 karat dan batu malasit membuat trofi tetap kokoh, proporsional, sekaligus cukup ringan untuk diangkat para pemain saat seremoni penyerahan hadiah.

Desain tersebut juga mempertahankan keseimbangan trofi sehingga mudah dibawa tanpa mengurangi nilai artistik maupun simbolisnya.


Nilai Trofi Piala Dunia Jauh Melampaui Harga Emasnya

Jika dihitung berdasarkan harga material pembuatnya saja, emas dan malasit yang digunakan diperkirakan bernilai sekitar 250 ribu hingga 300 ribu dolar Amerika Serikat, bergantung pada harga emas dunia.

Namun nilai ekonomi itu hanya sebagian kecil dari harga sebenarnya.

Berkat statusnya sebagai simbol olahraga paling bergengsi di dunia, nilai historis, budaya, dan prestise yang melekat membuat Trofi Piala Dunia diperkirakan memiliki nilai sekitar 20 juta dolar AS.

Angka tersebut menjadikannya salah satu trofi olahraga paling bernilai di dunia.

Sebagai pembanding, Trofi Vince Lombardi yang diberikan kepada juara Super Bowl NFL diperkirakan memiliki nilai sekitar 50 ribu dolar AS.


Apakah Negara Juara Bisa Membawa Pulang Trofi Asli?

Jawabannya tidak.

Trofi emas asli hanya digunakan selama seremoni penyerahan hadiah dan perayaan di lapangan usai pertandingan final selesai.

Setelah prosesi resmi berakhir, petugas FIFA segera mengambil kembali trofi tersebut untuk dikembalikan ke tempat penyimpanan dengan pengamanan tingkat tinggi.

Sebagai gantinya, negara yang menjadi juara menerima sebuah replika resmi bernama World Cup Winners' Trophy.

Replika tersebut dibuat dari perunggu yang dilapisi emas sehingga tetap menyerupai trofi asli.


Mengapa FIFA Menyimpan Trofi Asli?

Kebijakan tersebut diterapkan demi menjaga warisan sejarah sepak bola dunia.

Pada era Trofi Jules Rimet, sebuah negara berhak memiliki trofi secara permanen apabila berhasil menjadi juara dunia sebanyak tiga kali.

Brasil menjadi negara pertama yang memenuhi syarat tersebut setelah menjuarai Piala Dunia 1970.

Ketika FIFA memperkenalkan trofi baru mulai Piala Dunia 1974, aturan itu dihapus.

Sejak saat itu, trofi asli ditetapkan sebagai aset permanen FIFA dan disimpan di FIFA World Football Museum di Zurich, Swiss.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko kerusakan, kehilangan, maupun pencurian terhadap salah satu benda olahraga paling berharga di dunia.


Hanya Orang-Orang Tertentu yang Boleh Menyentuh Trofi Asli

FIFA juga menerapkan aturan ketat mengenai siapa saja yang boleh memegang trofi emas tersebut tanpa sarung tangan.

Hanya dua kelompok yang memperoleh izin langsung, yaitu:

  • Pemain dan pelatih tim yang berhasil menjadi juara Piala Dunia.
  • Kepala negara yang sedang menjabat, baik presiden, perdana menteri, maupun raja.

Di luar kelompok tersebut, siapa pun tidak diperbolehkan menyentuh trofi secara langsung atau harus menggunakan sarung tangan khusus sesuai prosedur FIFA.

Aturan itu berlaku bagi seluruh tamu undangan, pejabat, selebritas, hingga petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.


Final Piala Dunia 2026 Membuat Trofi Legendaris Kembali Menjadi Pusat Perhatian

Memasuki fase akhir Piala Dunia 2026, perhatian dunia kini tidak hanya tertuju pada persaingan menuju gelar juara, tetapi juga pada trofi yang akan diperebutkan oleh para pemain terbaik dunia.

Meski hanya setinggi 36,5 sentimeter dan berbobot sekitar 6 kilogram, Trofi Piala Dunia memiliki makna yang jauh melampaui ukuran fisiknya. Trofi tersebut menjadi simbol prestasi tertinggi dalam sepak bola internasional sekaligus salah satu benda olahraga paling berharga yang pernah dibuat.

Siapa pun yang berhasil mengangkatnya pada partai final akan tercatat dalam sejarah, meski trofi emas asli itu pada akhirnya tetap kembali ke penyimpanan resmi FIFA di Zurich sebagai bagian dari warisan sepak bola dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....