Kopi Kerinci Perluas Pasar Ekspor ke Pakistan, Bidik 190 Ton pada 2026
- 22 Jul 2026 10:04 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, SungaiPenuh - Ekspor kopi Kerinci ke Pakistan membuka peluang baru bagi komoditas unggulan Jambi. PT Alko Sumatra Kopi menargetkan nilai ekspor mencapai US$1 juta atau sekitar Rp18 miliar dengan volume sekitar 190 ton pada 2026.
Langkah ini memperluas pasar kopi Kerinci setelah sebelumnya berhasil menjalin kerja sama dengan Jepang dan China. Karena itu, peluang petani untuk meningkatkan pendapatan juga semakin besar.
Kerja Sama Perluas Pasar Asia Selatan
PT Alko Sumatra Kopi memulai kerja sama tersebut melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra usaha asal Pakistan di Kabupaten Kerinci.
Perwakilan pemerintah daerah, asosiasi kopi, dan para petani turut menyaksikan penandatanganan itu. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pengembangan kopi Kerinci di pasar internasional.
Juru Bicara Pemprov Jambi, Ariansyah, menilai bertambahnya negara tujuan ekspor menjadi sinyal positif bagi sektor perkebunan kopi di daerah.
"Bertambahnya negara tujuan ekspor menunjukkan kopi Jambi semakin mendapat tempat di pasar internasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus kesejahteraan petani," kata Ariansyah, Minggu (19/7/2026).
Selain membuka pasar baru, kerja sama ini juga memperkuat posisi kopi Kerinci di kawasan Asia Selatan. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki peluang memperluas jaringan perdagangan internasional.
Pemprov Jambi Terus Dukung Pengembangan Kopi
Ariansyah mengapresiasi keberhasilan PT Alko Sumatra Kopi dan para petani yang terus mengembangkan usaha secara mandiri.
Menurutnya, kopi Jambi kini semakin dikenal di berbagai negara. Sebelumnya, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Jepang dan China. Kini, Pakistan menjadi negara tujuan ekspor berikutnya.
"Beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan Jepang, China, dan saat ini dengan Pakistan. Kopi Jambi ini sudah sangat mendunia dan pastinya ini langkah yang sangat bagus bagi daerah Kerinci terutama itu bagi para petani dalam peningkatan ekonomi," ujarnya.
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendorong peningkatan kualitas kopi lokal. Upaya itu bertujuan agar produk mampu bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan pembeli dari berbagai negara.
"Pemerintah Provinsi Jambi mengapresiasi para petani dan PT Alko Sumatra Kopi yang secara mandiri terus bertumbuh dan berkembang," katanya.
Harga dan Daya Saing Berpotensi Meningkat
Pakistan menjadi pintu masuk baru bagi kopi Kerinci di Asia Selatan. Jika target awal tercapai, permintaan berpotensi meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Selain itu, bertambahnya negara tujuan ekspor dapat memperkuat daya saing kopi Kerinci. Kondisi tersebut juga berpeluang mendorong kenaikan harga jual di tingkat petani.
Ariansyah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik perkembangan tersebut. Menurutnya, ekspor mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai komoditas unggulan Jambi.
"Dengan semakin banyak negara tujuan ekspor, harga dan daya saing kopi lokal pastinya akan meningkat, dan Pemerintah Provinsi Jambi sangat menyambut baik hal ini karena begitu membantu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat serta memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor dari Provinsi Jambi," tutup Ariansyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....