Panduan Mengenali Emas Asli agar Terhindar dari Produk Palsu
- 29 Jun 2026 18:13 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Berinvestasi emas menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global. Nilai emas yang cenderung stabil membuat logam mulia ini kerap dijadikan aset untuk menjaga nilai kekayaan sekaligus instrumen investasi jangka panjang.
Namun, sebelum membeli emas fisik, calon investor perlu memastikan keaslian produk yang dibeli. Pasalnya, peredaran emas palsu masih menjadi risiko yang dapat merugikan masyarakat.
Mengutip informasi dari situs Logam Mulia, terdapat sejumlah ciri yang dapat digunakan untuk membedakan emas asli dengan emas palsu.
1. Emas Asli Tidak Menempel pada Magnet
Salah satu cara paling sederhana untuk mengenali emas asli adalah dengan menggunakan magnet. Emas murni tidak memiliki sifat magnetis sehingga tidak akan tertarik saat didekatkan dengan magnet.
Sebaliknya, emas palsu umumnya mengandung logam lain seperti besi, nikel, atau kobalt yang memiliki sifat magnetik. Jika logam tersebut menempel atau tertarik oleh magnet, besar kemungkinan produk tersebut bukan emas murni.
Meski demikian, metode ini hanya menjadi pemeriksaan awal dan bukan satu-satunya cara untuk memastikan keaslian emas.
2. Emas Murni Tidak Berkarat atau Korosif
Berbeda dengan besi maupun perak yang dapat mengalami oksidasi, emas murni memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi. Logam ini tidak mudah berkarat ataupun berubah warna meskipun digunakan dalam waktu lama.
Sebaliknya, emas palsu atau emas dengan kadar rendah biasanya memiliki lapisan pelindung yang dapat memudar atau mengelupas seiring pemakaian.
Sebagai pemeriksaan sederhana, emas dapat digosokkan pada permukaan kulit, misalnya di bagian lengan. Perubahan warna pada logam atau lapisan yang mudah luntur dapat menjadi indikasi bahwa emas tersebut bukan emas murni.
3. Emas Murni Memiliki Tekstur Lunak
Tidak banyak yang mengetahui bahwa emas murni merupakan logam yang relatif lunak dan mudah dibentuk. Karakteristik inilah yang membuat emas berkadar tinggi kurang ideal dijadikan perhiasan tanpa campuran logam lain.
Karena alasan tersebut, perhiasan emas umumnya dicampur dengan logam seperti perak atau platinum agar lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuk. Sementara itu, emas batangan dengan kadar 99,99 persen tetap mempertahankan sifat lunaknya.
Sebagai uji sederhana, emas murni dapat meninggalkan bekas saat digigit dengan tekanan ringan. Sebaliknya, apabila tidak muncul bekas sama sekali, kemungkinan emas tersebut merupakan campuran logam lain. Meski demikian, cara ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak produk.
4. Emas Asli Tidak Mengeluarkan Bau Amis
Ciri lain yang dapat dikenali adalah aroma logamnya. Emas asli tidak mengeluarkan bau amis atau aroma karat, bahkan setelah sering dipakai maupun terkena air.
Sebaliknya, logam seperti kuningan atau tembaga cenderung memiliki aroma khas yang menyerupai bau besi atau karat. Oleh karena itu, jika logam mengeluarkan bau amis, patut dicurigai bahwa kandungan emasnya tidak murni.
Pentingnya Memastikan Keaslian Emas
Memahami cara membedakan emas asli dan palsu menjadi langkah penting sebelum memutuskan berinvestasi. Pemeriksaan sederhana memang dapat membantu mengenali ciri-ciri emas, tetapi untuk memperoleh kepastian, pembelian sebaiknya dilakukan melalui penjual resmi dan disertai sertifikat keaslian.
Dengan memastikan keaslian produk sejak awal, investor dapat mengurangi risiko kerugian sekaligus menjaga nilai investasi emas dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....