Mengapa Beberapa Gunung di Dunia Ditutup untuk Pendaki?
- 29 Jun 2026 18:11 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Tidak semua gunung di dunia dapat didaki oleh wisatawan maupun pendaki profesional. Sejumlah puncak justru ditutup untuk umum karena memiliki nilai spiritual, alasan keselamatan, hingga kepentingan strategis yang harus dijaga. Kebijakan tersebut membuat gunung-gunung ini semakin menarik perhatian sekaligus memunculkan berbagai cerita dan spekulasi.
Di berbagai negara, larangan pendakian bukan sekadar aturan administratif. Setiap lokasi memiliki latar belakang berbeda, mulai dari penghormatan terhadap tradisi masyarakat adat hingga perlindungan kawasan militer yang tidak boleh diakses sembarangan.
1. Gangkhar Puensum, Bhutan
Gangkhar Puensum merupakan gunung tertinggi di dunia yang belum pernah berhasil ditaklukkan manusia. Dengan ketinggian sekitar 7.570 meter, puncak ini sebenarnya menjadi incaran banyak pendaki karena statusnya yang masih perawan.
Namun, pemerintah Bhutan melarang seluruh aktivitas pendakian di gunung tersebut. Kebijakan ini didasarkan pada kepercayaan masyarakat setempat yang meyakini gunung-gunung tinggi sebagai tempat bersemayam para dewa. Karena alasan itu, mendaki puncaknya dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati nilai-nilai spiritual.
Hingga kini belum ada satu pun pendaki yang berhasil mencapai puncak Gangkhar Puensum, dan peluang untuk melakukannya di masa depan sangat kecil selama larangan tersebut tetap berlaku.
2. Puig Major, Spanyol
Puig Major merupakan gunung tertinggi di Pulau Mallorca, Spanyol. Meski memiliki panorama alam yang memikat, akses menuju puncaknya tidak dapat dilakukan secara bebas.
Sejak dekade 1950-an, kawasan puncak gunung dimanfaatkan sebagai pangkalan militer yang dilengkapi instalasi radar. Status tersebut membuat area ini menjadi fasilitas strategis dengan akses yang sangat terbatas.
Dalam beberapa kesempatan memang pernah dibuka untuk kegiatan tertentu, tetapi saat ini kawasan puncaknya kembali ditutup bagi masyarakat umum. Wisatawan hanya dapat menikmati keindahan gunung ini dari area yang diizinkan.
3. Uluru, Australia
Uluru dikenal sebagai salah satu ikon alam paling terkenal di Australia. Bagi masyarakat adat Aṉangu, batu raksasa ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang sangat tinggi sehingga dipandang sebagai tempat suci.
| Baca juga: Kumpulan Doa serta Ucapan Hari Arafah |
Selama bertahun-tahun, wisatawan masih diperbolehkan mendaki Uluru. Namun aktivitas tersebut dinilai menyebabkan kerusakan lingkungan sekaligus kurang menghormati tradisi masyarakat adat. Selain itu, jalur pendakiannya juga memiliki tingkat risiko tinggi dan telah menyebabkan sejumlah korban jiwa.
Atas pertimbangan tersebut, pemerintah resmi menutup aktivitas pendakian ke Uluru sejak 2019. Langkah itu diambil untuk menjaga kelestarian kawasan sekaligus menghormati warisan budaya masyarakat setempat.
Larangan yang Sarat Makna
Keberadaan gunung-gunung yang dilarang didaki menunjukkan bahwa keindahan alam tidak selalu dapat dinikmati tanpa batas. Di balik setiap larangan terdapat alasan yang berkaitan dengan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, keselamatan pengunjung, maupun kepentingan strategis suatu negara.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menghormati aturan di setiap destinasi merupakan bagian penting dari wisata yang bertanggung jawab. Justru karena aksesnya dibatasi, gunung-gunung ini tetap menyimpan pesona, nilai sejarah, dan kisah unik yang terus menarik perhatian masyarakat dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....