Koperasi Merah Putih Sungai penuh tersendat, dikarnakan keterbatasan lahan

  • 30 Mei 2026 19:02 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Program nasional Koperasi Merah Putih yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan ekonomi tingkat desa serta kelurahan di Kota Sungai Penuh masih menghadapi berbagai kendala. Hingga saat ini, dari total 69 unit koperasi yang telah terdaftar secara administrasi, belum ada satu pun yang beroperasi secara penuh akibat keterbatasan lahan untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendukungnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) Kota Sungai Penuh, Tiaruddin Arsi, menjelaskan bahwa wilayah kota yang luasnya hanya sekitar 36.492 hektare menjadi tantangan utama. Sekitar sepertiga dari luas wilayah tersebut merupakan kawasan rawa dan lahan yang tidak memungkinkan untuk dibangun fasilitas koperasi sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Peraturan mengharuskan kantor Koperasi Merah Putih harus berada di lokasi yang strategis, mudah dijangkau warga, dan memiliki luas bangunan serta lahan yang memadai. Dengan keterbatasan lahan yang ada, kami harus bekerja ekstra keras untuk mencari solusi dan menyesuaikan perencanaan," ujar Tiaruddin, Sabtu (30/Mei/2026)

Dari jumlah total koperasi yang telah memiliki akta notaris dan dokumen administrasi lengkap, baru satu unit yang mulai dibangun, yaitu Koperasi Merah Putih Desa Air Duri, Kecamatan Pondok Tinggi. Sementara sisanya masih menunggu penyediaan lahan yang sesuai kriteria.

Meskipun demikian, pemerintah daerah tidak berhenti berupaya. Pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pendekatan kepada pemilik lahan dan merencanakan penggunaan lahan milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah juga menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap agar seluruh wilayah di kota ini dapat terlayani dengan baik.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peran sangat penting sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, tempat pengolahan hasil pertanian, dan pendukung usaha mikro kecil menengah. "Nantinya koperasi ini tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha bersama dan meningkatkan pendapatan keluarga," tegasnya saat meninjau pembangunan koperasi yang saat ini mencapai progres 82 persen.

Salah satu warga yang menantikan keberadaan koperasi tersebut, Siti Aminah, mengaku berharap program ini segera berjalan. "Selama ini kami sering kesulitan mendapatkan bahan baku dengan harga terjangkau dan tempat menjual hasil pertanian. Semoga koperasi ini bisa menjadi solusi bagi kami semua," ujarnya.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan seluruh unit Koperasi Merah Putih. Diharapkan, pada tahun depan sebagian besar koperasi sudah dapat beroperasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian masyarakat setempat.

Program Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah pusat yang diluncurkan untuk memperkuat perekonomian rakyat, mengurangi ketergantungan pada pasar swasta, dan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat wilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....