9 WNI Ditahan Israel saat Misi Kemanusiaan Gaza, Kini Telah Dibebaskan
- 23 Mei 2026 11:21 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID,Sungai Penuh - Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza, Palestina. Para relawan dan jurnalis tersebut ikut dalam pelayaran kemanusiaan yang bertujuan menyalurkan bantuan serta menyerukan dibukanya akses kemanusiaan ke Gaza yang masih diblokade. Penahanan terjadi ketika armada kapal yang membawa ratusan aktivis internasional dicegat militer Israel di perairan internasional sekitar Laut Mediterania pada pertengahan Mei 2026. Menurut Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat total 332 aktivis dan jurnalis dari berbagai negara dalam misi tersebut.
Kesembilan WNI yang terlibat dalam misi itu terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai lembaga. Mereka di antaranya berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Republika, Tempo, hingga tim media kemanusiaan Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia langsung melakukan langkah diplomatik intensif melalui sejumlah negara sahabat seperti Turki, Mesir, dan Yordania. Hal ini dilakukan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI tersebut akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki. Menteri Luar Negeri RI menyebut proses pembebasan berjalan melalui koordinasi diplomatik yang intensif sejak kabar penahanan diterima pemerintah.
Beberapa laporan juga menyebut para relawan mengalami tindakan kekerasan selama penahanan. Konsulat Jenderal RI di Istanbul mengungkap adanya dugaan perlakuan fisik seperti dipukul, ditendang, hingga disetrum terhadap sebagian WNI. Pemerintah Indonesia mengecam tindakan tersebut dan menilai perlakuan terhadap relawan sipil melanggar prinsip hukum humaniter internasional.
ian luas dari masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Berbagai organisasi kemanusiaan, tokoh politik, hingga lembaga keagamaan turut mendesak agar para relawan segera dibebaskan dan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dibuka.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi relawan kemanusiaan di wilayah konflik, sekaligus menjadi sorotan dunia terhadap situasi kemanusiaan yang terus terjadi di Gaza.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....