Sosok Makhluk Ciptaan Allah yang Paling Sempurna
- 24 Jul 2024 08:16 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh : Allah SWT telah menciptakan berbagai makhluk dengan beragam sifat dan karakteristiknya. Dari banyaknya makhluk yang ada di alam semesta, ada satu yang paling sempurna.Makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna adalah manusia, sebagaimana dijelaskan dalam buku Ilmu Pendidikan Islam karya Halid Hanafi dkk. Allah SWT juga menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Buya Aan Sukri dalam Mutiara Pagi, Rabu ( 24/7/2024) menyapaikan ada langkah-langkah menjadi orang yang sempurna diantaranya melaksanakan sholat dengan khusuk, menjaga kebutuhan keluarganya dan menyisihkan hartanya untuk yang membutuhkan (berzakat dan bersedekah).
"Dalam upaya untuk mensyukuri kesempurnaan manusia, perlu disadari bahwa manusia memiliki keistimewaan dan keutamaan yang diberikan langsung oleh Allah SWT. Keistimewaan ini bukan hanya terletak pada penciptaan tubuh dari tanah dan akal pikiran yang menjadi software manusia, tetapi juga kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan bersikap serta bertindak secara moral dan bermartabat," ungkapnya.
Ia menuturkan,Manusia akan selalu dihadapkan pada berbagai pilihan dan situasi dalam hidupnya. Oleh karena itu, mensyukuri anugerah yang diberikan oleh Allah dapat dilakukan dengan cara menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama, menjaga diri dari perbuatan dosa, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama makhluk Allah.
Selanjutnya buya Aan menyampaikan bahwa manusia yang sempurna menurut Buya Hamka adalah manusia yang sadar akan kekurangan dan kesalahan yang ada dalam diri, tetapi masih terus berusaha memperbaiki diri untuk mencapai kesempurnaan.
"Adapun yang menjadi pokok manusia sempurna adalah keutamaan dan kebersihan jiwa. Sebab, esensi manusia itu adalah ruh, jasad atau badan hanya bersifat sementara dan hanya sebagai perantara untuk mencapai kesempurnaan. Adapun pembersihan jiwa melalui lima tahap, yaitu; bergaul dengan orang-orang budiman, membiasakan untuk berfikir, menjaga syahwat dan kemarahan, menyelidiki cita-cita atau aib diri sendiri, menimbang sebelum mengerjakan sesuatu. Akan tetapi, semua tidak akan tercapai jika manusia memiliki penyakit hati. Ada dua penyakit hati yang bisa menghambat manusia dalam mencapai manusia sempurna, yaitu tahawwur dan jubun. Dari at-Tahawwur dan al-Jubn kemudian lahir penyakit-penyakit hati yang lain seperti ujub, bangga (sombong dalam bentuk fisik), bertengkar, mengolok-olok, ingkar janji, dan dendam," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....