Cara Mengatasi Kepanikan agar Tubuh Kembali Tenang
- 30 Sep 2026 17:17 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kepanikan dapat muncul tiba-tiba ketika seseorang menghadapi tekanan, rasa takut, atau situasi yang dianggap mengancam. Kondisi ini dapat membuat jantung berdebar, napas menjadi cepat, tubuh gemetar, hingga sulit berpikir jernih.
Meski terasa menakutkan, seseorang dapat mencoba beberapa langkah sederhana untuk membantu tubuh kembali tenang. Fokus utama saat panik adalah memperlambat respons tubuh dan mengembalikan perhatian pada keadaan saat ini.
Atur Napas Secara Perlahan
Salah satu langkah yang dapat dicoba saat panik adalah mengatur pernapasan. Tarik napas perlahan melalui hidung selama sekitar empat detik. Setelah itu, buang napas secara perlahan selama enam detik.
Ulangi pola tersebut beberapa kali. Hindari menarik atau membuang napas terlalu cepat karena hal itu dapat membuat tubuh semakin tidak nyaman.
Alihkan Perhatian ke Sekitar
Teknik grounding juga dapat membantu seseorang kembali fokus pada lingkungan sekitar. Caranya, sebutkan lima benda yang terlihat, empat benda yang dapat disentuh, dan tiga suara yang terdengar.
Selanjutnya, perhatikan dua aroma di sekitar dan pikirkan satu hal yang membuat diri merasa nyaman. Teknik ini membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang memicu kepanikan.
Rilekskan Tubuh
Kepanikan sering membuat otot tubuh menegang. Karena itu, cobalah menurunkan bahu, mengendurkan rahang, serta melepaskan genggaman tangan.
Jika memungkinkan, duduklah di tempat yang aman dan nyaman. Berikan waktu kepada tubuh untuk menurunkan respons alarm secara perlahan.
Jangan Memaksa Diri Langsung Tenang
Saat panik, seseorang tidak perlu memaksa dirinya untuk segera merasa tenang. Kenali kondisi tersebut dan ingatkan diri bahwa rasa panik dapat berlalu.
Kalimat sederhana seperti, “Saya sedang panik dan saya bisa melewati keadaan ini,” dapat membantu mengurangi pikiran yang semakin memperburuk kecemasan.
Kenali Pemicu Kepanikan
Setelah kondisi mulai membaik, coba ingat kembali apa yang terjadi sebelum kepanikan muncul. Pemicu dapat berasal dari tekanan pekerjaan, masalah hubungan, perubahan situasi, kelelahan, atau kekhawatiran tertentu.
Mencatat situasi, pikiran, dan sensasi tubuh yang muncul juga dapat membantu mengenali pola kepanikan.
Kapan Perlu Mencari Bantuan?
Jika kepanikan sering terjadi, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membuat seseorang terus menghindari berbagai situasi, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Sementara itu, gejala seperti nyeri dada hebat, kesulitan bernapas yang berat, pingsan, kebingungan, atau kondisi yang terasa sebagai keadaan darurat memerlukan pertolongan medis segera.
Mengatasi kepanikan membutuhkan waktu dan latihan. Dengan mengenali tanda-tanda tubuh, mengatur napas, melakukan grounding, serta mencari bantuan ketika diperlukan, seseorang dapat belajar menghadapi kepanikan dengan lebih terarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....