Kesehatan Usus dan Metabolisme, Kenali Hubungan serta Cara Menjaganya
- 15 Sep 2026 14:29 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Banyak orang yang masih mengira bahwa usus hanya berfungsi untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Padahal, usus juga menjadi tempat hidup jutaan mikrobiota yang berperan dalam berbagai proses penting, termasuk metabolisme gula dan lemak, menjaga sistem imun, serta membantu mengatur proses inflamasi. Oleh karena itu, kesehatan usus dan metabolisme tidak hanya berkaitan dengan pencernaan, tetapi juga dengan cara tubuh mengolah zat gizi dan menjalankan metabolisme. Menjaga keseimbangan mikrobiota usus pun menjadi bagian penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pentingnya Peran Kesehatan Usus dan Metabolisme Tubuh
Di dalam usus terdapat mikrobiota usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam berbagai proses, termasuk membantu mengolah komponen makanan, memengaruhi metabolisme gula dan lemak, serta mendukung sistem imun. Namun, keseimbangan mikrobiota usus dapat terganggu oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, atau penggunaan obat tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi usus dan proses metabolisme, termasuk memicu proses inflamasi serta mengganggu cara tubuh mengatur energi, gula, dan lemak.
Gangguan tersebut dapat berkaitan dengan metabolisme lemak dan gula, sehingga berpotensi memengaruhi kadar kolesterol dan sensitivitas insulin. Akibatnya, tubuh dapat menjadi kurang optimal dalam mengatur kadar gula darah. Kesehatan usus juga berkaitan dengan pengaturan tekanan darah. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat berhubungan dengan proses inflamasi dan fungsi pembuluh darah yang pada akhirnya dapat memengaruhi tekanan darah. Meski begitu, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan usus. Berbagai faktor lain, seperti pola makan, berat badan, aktivitas fisik, faktor genetik, stres, dan kondisi kesehatan tertentu, juga turut berperan.
Cara Menjaga Kesehatan Usus dan Metabolisme
Pada dasarnya, menjaga kesehatan usus bukan hanya penting untuk menjaga kelancaran pencernaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung metabolisme yang sehat.
Untuk menjaga kesehatan usus dan membantu mempertahankan keseimbangan mikrobiota, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan sehari-hari:
- Konsumsi makanan tinggi serat
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Untuk memenuhi kebutuhan serat, perbanyaklah konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dalam menu sehari-hari. - Cukupi asupan protein
Protein tidak hanya dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, tetapi juga mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga massa otot dan sistem imun. Sumber protein bisa didapat dari ikan, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk olahan kedelai. - Batasi makanan ultraproses dan tinggi gula
Terlalu sering mengonsumsi makanan ultraproses dan tinggi gula kurang baik bagi keseimbangan mikrobiota usus, contohnya mi instan, sosis, nuget, keripik kemasan, biskuit, permen, kue kemasan, minuman bersoda, minuman manis dalam kemasan, serta minuman dengan tambahan gula. Sebaiknya, batasi konsumsi makanan dan minuman tersebut, serta pilih makanan segar atau minim proses, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang bergizi. - Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Cukup minum air membantu menjaga fungsi pencernaan dan membuat serat bekerja lebih optimal. Secara umum, kebutuhan cairan orang dewasa sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari, tetapi jumlah ini dapat berbeda tergantung pada usia, aktivitas, cuaca, serta kondisi kesehatan. Usahakan minum secara teratur sepanjang hari dan jangan menunggu sampai merasa haus. Kebutuhan cairan juga dapat meningkat saat cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik yang menyebabkan banyak berkeringat. - Aktif bergerak dan olahraga secara rutin
Olahraga secara rutin tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran, tetapi juga dapat mendukung kesehatan pencernaan dan metabolisme. Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit per hari selama 5 hari dalam seminggu. Jenis aktivitasnya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh, seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lainnya. Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah secara bertahap dan tingkatkan durasinya sesuai kemampuan. - Kelola stres dengan baik
Stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan dan keseimbangan mikrobiota usus. Oleh karena itu, untuk membantu mengelola stres, luangkanlah waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, beristirahat cukup, dan menerapkan teknik relaksasi. - Penuhi asupan probiotik dan prebiotik
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Sementara itu, prebiotik merupakan jenis serat yang menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di usus. Keduanya dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota dan kesehatan saluran pencernaan. Probiotik dapat diperoleh dari yoghurt dan makanan fermentasi, sedangkan prebiotik bisa didapat dari bawang, pisang, dan gandum utuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....