Stres Berkepanjangan Berisiko Picu Kanker Payudara pada Wanita Muda

  • 31 Agt 2026 11:27 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kanker payudara selama ini identik dengan wanita usia di atas 40 tahun. Namun, tren beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan kasus pada wanita usia muda, bahkan di bawah 35 tahun. Salah satu faktor risiko yang kerap diabaikan adalah stres kronis atau stres berkepanjangan.

Psikolog klinis dan sejumlah penelitian kesehatan menyebutkan, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat melemahkan sistem imun tubuh dan mengganggu keseimbangan hormon, yang pada akhirnya meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit kronis, termasuk kanker payudara.

"Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan terus-menerus memproduksi hormon kortisol dan adrenalin. Jika kadarnya terlalu tinggi dalam jangka panjang, fungsi sel imun untuk mendeteksi dan melawan sel abnormal, termasuk sel kanker, akan menurun," jelas dr. Spesialis terkait dalam literatur kesehatan.

Selain itu, stres kronis juga memengaruhi perilaku hidup sehat. Wanita muda yang mengalami tekanan berat akibat pekerjaan, masalah keluarga, hingga tekanan sosial, cenderung mengalami gangguan pola tidur, pola makan tidak teratur, kurang aktivitas fisik, dan peningkatan konsumsi rokok atau alkohol. Kombinasi faktor tersebut merupakan faktor pemicu kanker payudara.

Beberapa mekanisme yang dikaitkan antara stres dan kanker payudara pada wanita muda antara lain:

  1. Gangguan Hormon Estrogen: Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Paparan estrogen yang tidak seimbang dalam jangka panjang diketahui berkaitan dengan pertumbuhan sel kanker payudara.
  2. Peradangan Kronis: Stres yang terus-menerus memicu peradangan tingkat rendah dalam tubuh. Kondisi inflamasi kronis dapat merusak DNA sel dan mendorong pertumbuhan sel abnormal.
  3. Penundaan Deteksi Dini: Wanita yang mengalami stres, cemas, dan kelelahan mental berat cenderung menunda pemeriksaan kesehatan rutin seperti SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan pemeriksaan klinis.

Data dari Global Cancer Observatory menunjukkan kanker payudara masih menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak pada perempuan di Indonesia. Mirisnya, banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam stadium lanjut karena kurangnya kesadaran deteksi dini, terutama pada kelompok usia muda yang merasa masih aman dari kanker.

Untuk itu, tenaga kesehatan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mengimbau para wanita muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental sebagai bagian dari pencegahan kanker.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

• Kelola stres dengan baik melalui olahraga teratur, teknik relaksasi, meditasi, dan menjaga hubungan sosial yang positif. • Terapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang, tidur cukup 7-8 jam, dan hindari rokok serta alkohol. • Lakukan SADARI secara rutin setiap bulan, 7-10 hari setelah menstruasi. • Segera konsultasi ke dokter jika menemukan benjolan, perubahan bentuk payudara, atau keluar cairan tidak normal dari puting. • Jangan ragu mencari bantuan profesional psikolog jika stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Deteksi dini dan pengelolaan stres sejak usia muda menjadi kunci untuk menekan risiko kanker payudara. Jika Anda atau orang terdekat mengalami keluhan pada payudara, segera periksakan diri ke Puskesmas, RSUD M. H. A. Thalib Sungai Penuh, atau fasilitas kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....