Konsumsi Garam Tercemar Mikroplastik, Warga Diminta Lebih Selektif Memilih Produk
- 27 Agt 2026 13:09 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Hasil penelitian terbaru mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan: sebagian besar produk garam meja yang beredar di pasaran mengandung mikroplastik. Partikel plastik berukuran sangat kecil ini diketahui mencemari garam sejak proses produksi hingga pengemasan, sehingga masuk ke dalam tubuh saat dikonsumsi sehari-hari.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari lembaga riset lingkungan dan kesehatan menganalisis puluhan sampel garam dari berbagai merek, baik produksi lokal maupun impor. Hasilnya, lebih dari 80% sampel positif mengandung partikel mikroplastik dengan jumlah yang bervariasi. Sumber pencemaran berasal dari berbagai tahapan: mulai dari air laut yang tercemar limbah plastik, proses pengolahan yang kurang higienis, hingga material kemasan yang melepaskan partikel mikroskopis.
"Garam adalah bumbu pokok yang digunakan hampir setiap hari di setiap masakan. Jika garam yang kita konsumsi mengandung mikroplastik, maka dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan sangat mengkhawatirkan," ujar Dr. Nadia Kartika, peneliti utama dalam studi tersebut.
Mikroplastik diketahui dapat menumpuk di dalam tubuh dan berpotensi mengganggu sistem pencernaan, metabolisme, hingga sistem kekebalan tubuh. Beberapa studi juga mengaitkan paparan jangka panjang mikroplastik dengan risiko peradangan kronis dan gangguan hormon.
Merespons temuan ini, Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk garam. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Periksa label dan izin edar — Pastikan produk memiliki nomor BPOM yang tertera jelas dan masih berlaku.
2. Pilih kemasan yang utuh — Hindari produk dengan kemasan yang rusak, sobek, atau terlihat tidak higienis.
3. Utamakan garam beryodium bersertifikat — Produk garam yang telah melalui proses pemurnian dan sertifikasi ketat cenderung memiliki tingkat kontaminasi yang lebih rendah.
4. Kurangi konsumsi garam berlebih — Selain mengurangi risiko paparan mikroplastik, membatasi asupan garam juga baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah.
"Kami juga sedang memperketat pengawasan terhadap produk garam yang beredar di pasaran. Produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan akan kami tarik dari peredaran," ungkap perwakilan BPOM.
Sementara itu, para peneliti menekankan bahwa perlindungan jangka panjang tidak hanya bergantung pada pemilihan produk oleh konsumen, tetapi juga pada upaya bersama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi sumber utama pencemaran lingkungan.
"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi perlu lebih waspada. Pilihlah produk dari produsen yang terpercaya dan memiliki standar produksi yang tinggi," tambah Dr. Nadia
Imbauan ini juga disampaikan kepada para produsen garam untuk meningkatkan proses produksi dan menggunakan material kemasan yang aman agar tidak mencemari produk. Masyarakat diharapkan lebih kritis dan cerdas dalam memilih produk pangan demi menjaga kesehatan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....