Kabut Asap, Bupati Merangin Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
- 26 Agt 2026 23:03 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kabut asap tiba-tiba menyelimuti Kota Bangko, Rabu pagi 26 Agustus 2026. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Bupati Merangin H. M. Syukur yang tengah menjalankan tugas di luar daerah.
Syukur segera menginstruksikan Wakil Bupati Merangin H. A. Khafid bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menggelar rapat koordinasi. Pemerintah daerah membahas langkah cepat menghadapi penurunan kualitas udara, termasuk perlindungan bagi anak-anak sekolah.
Bupati juga meminta masyarakat tidak menganggap sepele kondisi tersebut. Ia mengimbau warga memakai masker dengan filtrasi tinggi serta mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menekan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sebagai langkah awal, Syukur menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin segera mendistribusikan masker kepada masyarakat di sejumlah titik. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembelajaran daring bagi anak-anak TK dan SD pada Kamis hingga Sabtu apabila kondisi udara masih tidak memungkinkan.
“Dalam kondisi cuaca berasap seperti saat ini, anak-anak, lansia, ibu hamil, terlebih masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan, wajib mengurangi aktivitas di luar rumah,” pesan Bupati.
Syukur juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan cairan selama kabut asap menyelimuti wilayah Bangko. Warga, kata dia, perlu memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan.
“Perbanyak minum air putih untuk memenuhi konsumsi cairan yang cukup, guna membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan. Air putih juga bisa membantu mengeluarkan racun dari tubuh akibat menghirup udara yang berasap,” ujarnya.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat perlu mengurangi paparan asap di dalam rumah. Bupati meminta warga menutup pintu, jendela, dan ventilasi ketika kabut asap semakin pekat agar polusi udara tidak mudah masuk ke dalam ruangan.
Syukur juga meminta warga segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan kesehatan.
“Jika ada masyarakat yang mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan atau iritasi mata, maka segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, ke Puskesmas atau rumah sakit,” tegasnya.
Jauh sebelum kabut asap muncul, Bupati Merangin telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat puncak musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran.
Pemkab Merangin kini terus memantau perkembangan kondisi udara dan menyiapkan langkah lanjutan. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....