Mengenal Kunyit Putih, Rimpang Herbal dengan Segudang Potensi Kesehatan

  • 19 Agt 2026 13:21 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kunyit putih atau Curcuma zedoaria merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup dikenal di Indonesia. Rimpang ini telah lama dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan jamu dan pengobatan herbal.

Berbeda dengan kunyit kuning yang memiliki warna jingga, kunyit putih mempunyai daging rimpang berwarna putih hingga kekuningan. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Zingiberaceae dan mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti minyak atsiri, terpenoid, senyawa fenolik, serta sejumlah kurkuminoid.

Berbagai penelitian menunjukkan kunyit putih memiliki sejumlah aktivitas biologis yang menarik. Namun, sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan sehingga manfaatnya bagi manusia masih membutuhkan penelitian klinis lebih lanjut.

1. Memiliki Sifat Antioksidan

Salah satu potensi kunyit putih adalah aktivitas antioksidannya. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam rimpang ini dapat membantu menangkal aktivitas radikal bebas dalam penelitian eksperimental.

Antioksidan penting bagi tubuh karena stres oksidatif dapat berperan dalam berbagai proses kerusakan sel. Meski demikian, konsumsi kunyit putih tidak boleh dianggap sebagai pengganti pola makan sehat dan sumber antioksidan lainnya.

2. Berpotensi Membantu Mengurangi Peradangan

Kunyit putih juga banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi. Sejumlah penelitian eksperimental menemukan ekstrak Curcuma zedoaria dapat memengaruhi proses peradangan.

Potensi tersebut membuat kunyit putih menarik untuk dikembangkan sebagai bahan herbal. Namun, hasil penelitian pada hewan atau laboratorium belum dapat disamakan dengan efektivitas pengobatan pada manusia.

3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Pencernaan

Dalam penggunaan tradisional, kunyit putih telah dimanfaatkan untuk berbagai keluhan pencernaan, termasuk gangguan pencernaan dan perut kembung.

Review ilmiah mengenai Curcuma zedoaria mencatat penggunaan tradisional tanaman ini untuk keluhan seperti dispepsia dan gangguan pencernaan lainnya.

4. Potensi untuk Kesehatan Hati

Kunyit putih juga mulai mendapatkan perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan hati.

Sebuah uji klinis pada 2025 melibatkan 68 pasien dengan perlemakan hati nonalkoholik (NAFLD). Penelitian tersebut menemukan beberapa perbaikan gejala pada kelompok yang menerima Curcuma zedoaria. Namun, penelitian itu masih memiliki keterbatasan dan diperlukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan manfaatnya.

5. Memiliki Aktivitas Antimikroba

Ekstrak kunyit putih juga menunjukkan aktivitas terhadap sejumlah bakteri dan jamur dalam penelitian laboratorium.

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan kunyit putih terus diteliti sebagai sumber senyawa alami. Akan tetapi, aktivitas antimikroba di laboratorium tidak berarti kunyit putih dapat menggantikan antibiotik atau obat antijamur yang diresepkan dokter.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Kunyit Putih

Meski memiliki berbagai potensi, kunyit putih sebaiknya tidak dipandang sebagai obat untuk semua penyakit. Bukti ilmiah mengenai Curcuma zedoaria pada manusia masih terbatas dibandingkan penelitian laboratorium dan hewan.

Penggunaan dalam bentuk ekstrak atau suplemen dengan konsentrasi tinggi juga perlu mendapat perhatian. Terlebih, komposisi dan dosis produk herbal dapat berbeda-beda.

Kesimpulannya, kunyit putih merupakan tanaman herbal yang memiliki berbagai senyawa bioaktif dan berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya pada manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....