Tak Perlu Olahraga Berat, Gerak Aktif Apa Pun Tahan Fungsi Kognitif

  • 12 Agt 2026 15:03 WIB
  •  Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Menjaga kesehatan otak dan ingatan hingga usia tua kerap diidentikkan dengan program olahraga yang berat dan melelahkan. Namun, paradigma tersebut kini dipatahkan oleh temuan medis terbaru. Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa cara mencegah pikun dan mempertahankan fungsi kognitif bukanlah dari intensitas latihan, melainkan konsistensi tubuh untuk tetap bergerak aktif dalam keseharian.
Selama ini, banyak orang keliru mengira bahwa demi menghindari demensia, mereka harus rutin berlari maraton atau menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran. Faktanya, data klinis menunjukkan bahwa musuh terbesar bagi kesehatan saraf otak di masa tua adalah gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle) atau kebiasaan terlalu banyak diam, duduk, dan rebahan.
Mengapa Gerakan Ringan Sangat Berpengaruh?
Ketika seseorang melakukan aktivitas fisik ringan, otot yang berkontraksi akan memicu peningkatan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Aliran darah yang lancar ini membawa pasokan oksigen yang melimpah serta nutrisi penting yang bertugas menstimulasi regenerasi sel-sel saraf (neuron).
Proses biokimia ini sangat krusial untuk mempertahankan volume otak dan melindungi area hippocampus—bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi memori dan pembelajaran—dari penyusutan akibat penuaan.
Dr. Andi Pratama, Sp.N, seorang dokter spesialis saraf, menjelaskan bahwa otak manusia sangat adaptif terhadap stimulasi fisik.
"Banyak lansia merasa cemas karena tidak kuat lagi berolahraga berat. Padahal, otak tidak menuntut Anda mengangkat beban. Gerakan sederhana seperti berjalan di dalam rumah atau mengelap meja sudah cukup untuk mengaktifkan korteks motorik yang otomatis menjaga kesehatan otak tetap prima," ujarnya.
Ragam Gerakan Harian untuk Mencegah Pikun
Bagi kelompok lanjut usia (lansia) maupun individu yang memiliki keterbatasan fisik, temuan ini menjadi angin segar. Untuk menjaga fungsi kognitif tetap tajam, berikut beberapa aktivitas fisik ringan dan produktif di dalam rumah yang bisa dijadikan rutinitas harian:
  • Berjalan kaki santai di sekitar halaman rumah selama 10–15 menit di pagi hari.
  • Melakukan pekerjaan rumah tangga secara mandiri, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, atau melipat pakaian.
  • Menyalurkan hobi motorik seperti berkebun, menyiram tanaman, atau memasak hidangan sederhana.
  • Melakukan peregangan otot atau senam ringan dari atas kursi bagi yang memiliki keterbatasan mobilisasi fisik.
Para dokter spesialis saraf mengingatkan bahwa setiap gerakan yang Anda lakukan hari ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk menyelamatkan memori Anda di masa depan. Mulailah kurangi waktu rebahan dan perbanyak bergerak aktif demi masa tua yang mandiri, sehat, dan terhindar dari kepikunan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....