Jangan Andalkan Pijat Jari Saja, Pasien Hipertensi Butuh Terapi Tepat
- 13 Agt 2026 19:02 WIB
- Sungaipenuh
RRI. CO.ID, Sungai Penuh - Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan cara-cara tradisional seperti pijat jari, urut, atau ramuan tanpa kejelasan kandungan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini disampaikan menyusul masih banyaknya kesalahpahaman di masyarakat tentang penanganan penyakit hipertensi yang berisiko memicu komplikasi serius.
Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh menjelaskan bahwa meskipun pijat atau teknik relaksasi dapat membantu merasakan lebih tenang, hal itu tidak menyembuhkan hipertensi dan tidak dapat menggantikan fungsi obat serta pengobatan medis yang tepat.
"Seringkali kami menjumpai pasien yang berhenti minum obat dokter karena merasa sudah sembuh setelah dipijat atau melakukan gerakan tertentu. Padahal tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis yang berkaitan dengan kerja jantung, pembuluh darah, dan keseimbangan tubuh. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba justru dapat memicu lonjakan tekanan darah secara drastis hingga berisiko serangan jantung, stroke, atau kerusakan ginjal," ujarnya.Kamis 13 Agustus 2026.
Data kesehatan di wilayah Kota Sungai Penuh mencatat bahwa angka penderita hipertensi yang tidak terkontrol masih cukup tinggi. Sebagian besar disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat serta ketidaktahuan masyarakat akan cara penanganan yang benar.
Pihak kesehatan menegaskan penanganan hipertensi yang tepat meliputi empat pilar utama:
✅ Minum obat sesuai anjuran dokter, jangan berhenti atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi
✅ Mengatur pola makan: Kurangi garam, hindari makanan berlemak jenuh, perbanyak sayur dan buah
✅ Bergerak aktif: Olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu
✅ Rutin periksa tekanan darah ke Puskesmas atau Posyandu terdekat untuk memantau perkembangan kondisi
Pijat, relaksasi, atau pengobatan pendekatan budaya boleh dilakukan sebagai pendamping, namun harus tetap atas saran tenaga kesehatan dan tidak menggantikan pengobatan utama.
"Kesehatan adalah hak dan tanggung jawab kita bersama. Jangan ragu memeriksakan diri ke tenaga medis jika merasa pusing berulang, dada berdebar, atau mudah lelah. Penanganan yang tepat sejak dini akan menjauhkan kita dari risiko penyakit yang lebih berat," tambahnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau seluruh kader kesehatan dan tokoh masyarakat untuk turut menyebarkan informasi yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merugikan kesehatan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....