Antioksidan sebagai Senjata Melawan Radikal Bebas

  • 28 Jun 2026 18:13 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Dalam jumlah normal, radikal bebas sebenarnya tidak akan membahayakan kesehatan. Namun, bila jumlahnya berlebih, radikal bebas bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti penuaan dini, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Untuk mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas, tubuh membutuhkan asupan antioksidan yang cukup.

Peran Antioksidan dalam Menangkal Efek Radikal Bebas

Antioksidan adalah sifat dari berbagai senyawa yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas, baik yang terbentuk dari dalam maupun luar tubuh. Radikal bebas yang terbentuk dari dalam tubuh kebanyakan merupakan zat sisa proses metabolisme, termasuk pencernaan makanan dan penggunaan oksigen. Sementara itu, radikal bebas yang terbentuk di luar tubuh bisa berasal dari asap rokok, asap kendaraan, polusi, paparan radiasi, dan zat beracun seperti pestisida.

Jika Anda sering terpapar radikal bebas, misalnya karena tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi, Anda akan membutuhkan lebih banyak antioksidan. Pasalnya, paparan polusi berlebihan dapat membuat kadar radikal bebas di dalam tubuh menjadi lebih tinggi, sehingga dibutuhkan antioksidan yang cukup untuk mencegah terjadinya kerusakan sel yang dapat memicu penyakit. Tubuh manusia memang memproduksi antioksidan secara alami. Namun, karena jumlahnya sangat kecil, Anda tetap perlu mengonsumsi cukup makanan yang kaya akan antioksidan setiap hari guna menangkal efek radikal bebas.

Jenis-Jenis Antioksidan yang Dibutuhkan Tubuh

Terdapat beragam jenis antioksidan yang bisa ditemukan dalam makanan. Masing-masing memiliki cara kerja berbeda untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, Berikut ini adalah beberapa jenis antioksidan yang perlu Anda dapatkan dari makanan yang Anda konsumsi:

  • Vitamin C, berfungsi untuk mencegah dan memperbaik kerusakan sel serta merangsang pembentukan kolagen
  • Vitamin E, berfungsi untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Flavonoid, berfungsi untuk membersihkan tubuh dari radikal bebas, mendukung kinerja sel-sel tubuh, dan mengurangi efek zat beracun pada tubuh
  • Likopen, berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar radikal bebas, sehingga mengurangi risiko terjadinya kerusakan pada sel-sel tubuh
  • Lutein dan zeaxanthin, berfungsi untuk melindungi sel-sel mata dan saraf serta melindungi tubuh dari penyakit degeneratif, seperti katarak dan degenerasi makula
  • Astaxanthin, berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh, mengurangi peradangan, dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
    Di samping itu, masih ada banyak jenis antioksidan lain yang tak kalah penting untuk kesehatan tubuh, seperti glutathione, betakaroten, polifenol, serta antosianin.

Beragam Sumber Antioksidan

Berbagai antioksidan tersebut bisa didapatkan dari makanan. Berikut ini adalah beberapa makanan sumber antioksidan yang disarankan untuk dikonsumsi secara rutin:

  • Buah-buahan, seperti apel, anggur, jeruk, mangga, pepaya, sukun, dan stroberi,
  • Sayur-sayuran, seperti brokoli, bayam, kembang kol, wortel, tomat, dan ubi jalar,
  • Kacang-kacangan, seperti kacang polong, kacang tanah kenari, kedelai, dan almond,
  • Biji-bijian, seperti biji wijen, biji bunga matahari, dan gandum utuh,
    Selain sumber antioksidan di atas, masih ada banyak sumber antioksidan yang baik, seperti cokelat, teh, kopi, serta herbal tertentu.

Meskipun antioksidan bisa diperoleh secara alami dari makanan, adakalanya pola makan yang kita terapkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan. Jika begitu, Anda perlu mendapat asupan antioksidan tambahan, misalnya dari suplemen.

Namun, Anda tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi suplemen antioksidan, terutama terkait dosisnya. Alih-alih membawa manfaat, suplemen antioksidan yang diminum secara berlebihan justru dapat membahayakan kesehatan.

Pada perokok misalnya, suplemen betakaroten dalam kadar tinggi berisiko menyebabkan kanker paru-paru. Sementara itu, suplemen vitamin E dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke dan kanker prostat

Suplemen antioksidan, termasuk yang berasal dari produk herbal, juga berisiko menimbulkan interaksi obat apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu.

Oleh sebab itu, selalu perhatikan aturan pakai yang tercantum pada kemasan suplemen antioksidan sebelum mengonsumsinya, atau lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen antioksidan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....