Kaki Bengkak karena Ginjal, Kenali Tanda dan Penyebabnya
- 18 Jun 2026 19:52 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Setiap orang mungkin pernah mengalami kaki bengkak setelah berdiri terlalu lama atau melakukan aktivitas berat. Namun, jika pembengkakan berlangsung terus-menerus, terjadi pada kedua kaki, atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kaki bengkak karena ginjal. Ginjal berfungsi menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur kadar elektrolit dalam tubuh. Ketika fungsi ginjal menurun, kelebihan cairan tidak dapat dikeluarkan secara optimal sehingga memicu terjadinya edema atau pembengkakan.
Tanda-Tanda Kaki Bengkak karena Ginjal dan Penyebabnya
Berikut ini adalah beberapa tanda kaki bengkak karena ginjal dan penyebabnya yang perlu Anda waspadai:
- Pembengkakan terjadi pada kedua kaki
Kaki bengkak karena ginjal umumnya terjadi pada kedua kaki secara bersamaan, terutama di area pergelangan kaki dan tungkai bawah. Kondisi ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dan garam secara optimal. Akibatnya, cairan menumpuk di berbagai jaringan tubuh, termasuk kedua kaki. - Kulit kaki tampak mengilap dan terasa kencang
Saat pembengkakan semakin besar, kulit kaki dapat terlihat lebih mengilap, terasa kencang, dan kadang sulit dilipat seperti biasanya. Tanda ini muncul karena cairan yang menumpuk di bawah kulit menyebabkan jaringan meregang dan permukaan kulit menjadi lebih tegang. - Muncul bekas tekanan yang lama hilang
Jika kaki yang bengkak ditekan dan meninggalkan cekungan yang tidak segera hilang, kondisi ini disebut pitting edema. Ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di bawah kulit, yang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk gangguan fungsi ginjal. - Kaki terasa berat dan tidak nyaman saat bergerak
Kaki bengkak karena ginjal bisa membuat kaki terasa lebih berat, sehingga berjalan atau berdiri dalam waktu lama jadi kurang nyaman. Kondisi ini terjadi karena cairan berlebih di dalam tubuh menumpuk di area kaki, sehingga meningkatkan tekanan pada jaringan dan membuat pergerakan terasa lebih terbatas.
Cara Mengatasi Kaki Bengkak karena Ginjal
Penanganan kaki bengkak karena ginjal perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gangguan ginjal yang dialami. Selain mengurangi pembengkakan, pengobatan juga bertujuan untuk memperbaiki fungsi ginjal dan mencegah terjadinya komplikasi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Membatasi asupan garam
Salah satu cara mengatasi kaki bengkak karena ginjal adalah mengurangi konsumsi garam. Asupan garam yang berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga pembengkakan pada kaki menjadi semakin parah. Dokter biasanya akan menyarankan pola makan rendah garam agar penumpukan cairan dalam tubuh dapat berkurang. - Mengangkat posisi kaki saat beristirahat
Mengangkat kaki menggunakan bantal saat duduk atau tidur dapat membantu memperlancar aliran cairan kembali ke pembuluh darah. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman pada kaki. - Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
Dokter dapat meresepkan obat diuretik atau obat peluruh kencing untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat lain untuk mengatasi penyakit ginjal yang menjadi penyebab utama kaki bengkak. - Menjalani dialisis bila diperlukan
Pada kasus gangguan ginjal yang sudah berat, dokter dapat menyarankan tindakan dialisis atau cuci darah. Prosedur ini berfungsi untuk membantu menggantikan sebagian kerja ginjal dalam menyaring darah.
Melalui dialisis, kelebihan cairan, zat sisa metabolisme, dan racun yang tidak lagi dapat dibuang secara optimal oleh ginjal akan dikeluarkan dari tubuh, sehingga membantu menjaga keseimbangan kondisi pasien. Kaki bengkak karena ginjal tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele, terutama jika terjadi berulang, berlangsung lama, atau semakin memburuk dari waktu ke waktu. Mengenali penyebab dan tanda-tanda kaki bengkak karena ginjal sejak dini dapat membantu penanganan dilakukan lebih cepat sehingga risiko kerusakan ginjal dan komplikasi lainnya dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....