Ketahui Batas Toleransi Makanan Kadaluarsa dan Aturannya

  • 25 Mei 2026 12:24 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh : Perlu diketahui bahwa tanggal kadaluarsa pada kemasan tidak selalu menjadi penentu mutlak keamanan makanan. Arti dari tanggal tersebut dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis produk, cara penyimpanan, serta kondisi fisik makanan itu sendiri. Sayangnya, masih banyak kekeliruan seputar batas toleransi makanan kadaluarsa yang membuat sebagian orang ragu dan memilih langsung membuang makanan tanpa memperhatikan tanda-tanda kerusakan lainnya.

Batas Toleransi Makanan Kadaluarsa dan Aturannya

Setiap jenis makanan memiliki batas toleransi berbeda terkait tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasannya. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu Anda perhatikan:

  1. Makna tanggal kadaluarsa
    Tanggal kadaluarsa (expired date) adalah batas waktu yang ditetapkan produsen untuk menjamin kualitas produk, mulai dari rasa, tekstur, aroma, hingga kandungan gizinya tetap berada dalam kondisi terbaik. Namun, tanggal kadaluarsa tidak selalu berarti makanan langsung berbahaya begitu melewati tanggal tersebut.
  2. Label “best before” dan “use by”
    Label best before menunjukkan batas waktu kualitas terbaik suatu produk. Setelah melewati tanggal tersebut, makanan mungkin mengalami penurunan kualitas, seperti rasa yang berubah, aroma berkurang, tekstur tidak lagi optimal, atau kandungan gizi yang menurun. Namun, produk umumnya aman dikonsumsi selama tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Label ini biasanya terdapat pada makanan yang lebih tahan lama, seperti biskuit, sereal, makanan kaleng, pasta, atau camilan kemasan.
  3. Jenis makanan dan batas toleransinya

    Batas toleransi makanan kadaluarsa dapat berbeda-beda, tergantung jenis makanan, cara penyimpanan, serta kondisi kemasannya. Ada makanan yang masih relatif aman dikonsumsi beberapa waktu setelah tanggal tertentu, tetapi ada juga yang sebaiknya langsung dibuang karena berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan. Berikut penjelasannya:

    1.Makanan kering, seperti beras, pasta, sereal, tepung, biskuit, dan mie instan, umumnya memiliki daya simpan lebih lama. Produk ini sering kali masih aman dikonsumsi hingga 1–2 bulan setelah tanggal best before, terutama jika kemasan belum dibuka dan disimpan di tempat sejuk, kering, serta terhindar dari kelembapan.

    2.Makanan kaleng dapat bertahan cukup lama, bahkan hingga lebih dari 1 tahun setelah tanggal tertentu, selama kondisi kaleng masih baik. Pastikan kaleng tidak penyok, berkarat, bocor, menggembung, atau mengeluarkan bau tidak normal saat dibuka. Jika kemasan rusak, makanan kaleng sebaiknya langsung dibuang karena ada risiko kontaminasi bakteri berbahaya, termasuk bakteri penyebab botulisme.

    3. Produk susu, daging segar, ikan, ayam, makanan siap saji, serta makanan olahan yang harus disimpan dingin umumnya tidak disarankan dikonsumsi setelah melewati tanggal kadaluarsa. Jenis makanan ini lebih mudah terkontaminasi bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan makanan, meskipun tampilan atau aromanya belum berubah.

Tips Aman Saat Menemukan Makanan Kadaluarsa

Mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas toleransi kadaluarsa atau mengalami kerusakan dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri berbahaya, seperti Salmonella, E. coli, atau Staphylococcus. Kondisi ini dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala berupa mual, muntah, diare, sakit perut, demam, hingga dehidrasi berat.

Agar lebih aman, perhatikan beberapa tips berikut sebelum memutuskan mengonsumsi makanan yang melewati tanggal kadaluarsa:

Periksa tampilan, bau, tekstur, dan rasa makanan, bukan hanya tanggal pada kemasan.

Pastikan makanan disimpan sesuai petunjuk, misalnya di kulkas, freezer, atau wadah kedap udara.

Hindari mengonsumsi makanan dengan kemasan menggembung, bocor, berkarat, atau penyok parah.

Jangan mencicipi makanan yang tampak mencurigakan untuk memastikan masih layak konsumsi, karena bakteri berbahaya tidak selalu mengubah rasa atau aroma makanan.

Untuk produk hewani, susu, makanan siap saji, dan makanan berlabel use by, sebaiknya jangan mengambil risiko jika sudah melewati tanggal yang tertera.

Jangan memberikan makanan kadaluarsa kepada bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah karena mereka lebih rentan mengalami komplikasi akibat keracunan makanan.

Jika ragu terhadap keamanan makanan, lebih baik buang makanan tersebut daripada berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....