Bagaimana Astronom Berhasil Melacak Planet yang Hampir Tak Terlihat?

  • 31 Jul 2026 22:14 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Mencari planet di luar tata surya ibarat berusaha melihat nyala lilin kecil di depan sorotan lampu sorot raksasa . Planet tidak memancarkan cahaya sendiri dan cahayanya yang terpantau ratusan juta kali lebih redup dibanding bintang induknya, sehingga hampir mustahil dilihat secara langsung . Namun berkat kecerdikan dan teknologi canggih, para astronom kini mampu melacak keberadaan mereka lewat jejak-jejak halus yang ditinggalkan di angkasa raya .

Mengapa planet begitu sulit terlihat? Cahaya bintang bisa memadamkan pantulan cahaya planet hingga miliaran kali lipat, membuatnya seolah lenyap di tengah silau terang tersebut . Untuk mengatasinya, para ilmuwan tidak memaksakan diri melihat objeknya secara langsung, melainkan mengamati dampak yang ditimbulkan planet terhadap bintang yang ditempatinya .

Berikut adalah cara-cara cerdas yang digunakan para astronom untuk "menangkap" planet yang nyaris tak terlihat:

Mencari "Kedipan Cahaya" – Metode Transit

Saat posisi planet tepat melintas di antara bintang dan Bumi, ia akan menutupi sebagian kecil cahaya bintang tersebut. Terjadilah penurunan kecerahan yang sangat kecil namun berulang secara teratur—sebesar satu bagian dari sepuluh ribu untuk planet seukuran Bumi . Dengan mencatat pola penurunan cahaya ini menggunakan teleskop seperti TESS dan Kepler, ilmuwan bisa mengetahui keberadaan, ukuran, hingga waktu orbit planet tersebut.

Mengamati "Goyangan Bintang" – Pergeseran Kecepatan Radial

Planet yang mengorbit memiliki gaya tarik gravitasi yang menarik bintangnya sedikit ke arah sini dan ke sana, sehingga bintang tampak bergoyang-goyang mengelilingi satu titik pusat bersama . Gerakan mungil ini mengubah panjang gelombang cahaya yang teramati—efek Doppler—dan terdeteksi oleh peralatan yang sangat peka . Dari sini diketahui berapa berat planet tersebut .

Membengkokkan Cahaya – Pembiasan Gravitasi

Jika bintang dan planet lewat persis di depan bintang lain yang lebih jauh, gaya gravitasinya akan berfungsi layaknya kaca pembesar yang memperbesar cahaya latar belakang. Jika ada planet, akan muncul puncak kecerahan tambahan yang khas. Metode ini bahkan mampu menemukan planet yang mengorbit sangat jauh atau tidak memiliki bintang induk lagi .

Memotret Meski Samar – Pencitraan Langsung dengan Koronagraf

Untuk kasus tertentu, astronom menggunakan alat bernama koronagraf yang berfungsi seperti "penutup mata buatan" guna memblokir cahaya terang bintang, sehingga pantulan cahaya planet yang samar di sekitarnya dapat terekam . Ditambah teknologi optik adaptif yang memperbaiki gangguan udara, teleskop seperti VLT dan James Webb berhasil merekam planet yang sebelumnya tersembunyi selama belasan tahun, seperti Beta Pictoris d yang seratus kali lebih redup dari planet lain di sistem yang sama .

"Kita tidak melihat planetnya, melainkan bukti keberadaannya. Setiap perubahan sekecil apa pun adalah pesan yang dikirim alam semesta kepada kita," ujar salah satu peneliti dari ESO .

Kombinasi dari berbagai metode ini dan analisis data arsip bertahun-tahun memungkinkan manusia menemukan ribuan dunia baru, termasuk yang berpotensi layak huni, membuka wawasan bahwa Bumi bukanlah satu-satunya tempat yang istimewa di jagat raya ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....