Stunting Merangin Turun Tajam, Pemkab Prioritaskan Balita di Sekitar Dapur MBG

  • 28 Agt 2026 10:55 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Pemerintah Kabupaten Merangin mencatat penurunan signifikan angka stunting sepanjang pertengahan hingga Agustus 2026. Jumlah balita terdampak stunting turun dari 1.109 balita pada Juni menjadi 638 balita pada Agustus 2026.

Capaian tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan stunting secara daring bersama Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden, Edi Cahyono Sugiarto, Kamis 27 agustus 2026.

Edi Cahyono Sugiarto juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana Bidang Advokasi dan Komitmen Kepemimpinan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat.

Rapat evaluasi dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, dari Ruang MPC Bappeda. Sejumlah pejabat lintas sektor turut mengikuti rapat tersebut.

Di antaranya Asisten 1, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, serta perwakilan DPPKB, Dinas Kesehatan, dan DPMD.

Prioritaskan Balita di Sekitar Dapur MBG

Dalam rapat tersebut, Zulhifni meminta seluruh jajaran terkait memperkuat strategi percepatan penanganan gizi bagi balita yang mengalami stunting.

Ia secara khusus menginstruksikan agar balita terdampak stunting yang tinggal di sekitar Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat prioritas intervensi.

“Anak-anak terdampak stunting yang berada di sekitar Dapur MBG harus menjadi prioritas utama pemenuhan gizinya. Kita manfaatkan keberadaan fasilitas ini agar dampak intervensinya lebih cepat terasa dan angka stunting di Merangin bisa kita tekan hingga ke level seminimal mungkin,” tegas Zulhifni.

Menurutnya, keberadaan Dapur MBG dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi balita. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penanganan sekaligus mempertahankan tren penurunan stunting di Kabupaten Merangin.

Pemkab Merangin bersama TPPS Pusat juga terus mendorong sinergi lintas sektor agar program penanganan stunting berjalan berkelanjutan.

Dengan penguatan intervensi gizi dan pemanfaatan Dapur MBG, pemerintah daerah menargetkan angka stunting di Merangin terus menurun hingga mencapai tingkat seminimal mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....