Lomba Bertutur Cerita Rakyat Kerinci Dorong Generasi Muda Cintai Budaya
- 27 Agt 2026 18:28 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Kerinci, Jambi, menggelar Lomba Bertutur Cerita Rakyat Kerinci sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dispursip Kabupaten Kerinci, Rabu 26 Agustus 2026, diikuti 50 peserta yang merupakan siswa kelas IV dan V sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kerinci.
Lomba bertutur dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 26 hingga 27 Agustus 2026. Para peserta membawakan cerita rakyat Kerinci dengan mengedepankan kemampuan bercerita, penghayatan, kreativitas, serta kepercayaan diri.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, SP., M.Si., dan dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Zainal mengatakan cerita rakyat merupakan bagian penting dari warisan budaya yang sarat dengan nilai moral dan kearifan lokal.
Ia mencontohkan sejumlah cerita rakyat Kerinci, seperti Legenda Danau Kerinci, Pancuran Putri Tujuh, hingga kisah Si Pahit Lidah, yang menurutnya perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Cerita rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai kehidupan dan membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, seni bertutur tidak hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya dan identitas daerah.
Zainal juga mengapresiasi Dispursip Kabupaten Kerinci yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi yang sejalan dengan program nasional.
Ia berharap lomba bertutur dapat menggugah semangat literasi sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Sementara itu, Kepala Dispursip Kabupaten Kerinci, Hermudin, S.Pd., M.Si., berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti lomba dengan penuh semangat dan kesungguhan.
Hermudin menekankan bahwa pengalaman mengikuti lomba jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kemenangan.
“Jadikan kesempatan ini sebagai momen belajar, bukan sekadar mengejar kemenangan. Serap pembekalan dari para narasumber, gali potensi diri, dan tampilkan yang terbaik,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuat generasi muda semakin mengenal dan mencintai cerita rakyat Kerinci sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan.
Selain itu, lomba bertutur diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta keberanian tampil di depan umum.
Dengan demikian, cerita rakyat Kerinci tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....