Gerakan Pangan Murah Digelar, Pemprov Jambi Kendalikan Inflasi

  • 09 Jun 2026 05:27 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Badan Pangan Nasional, Bulog Sungai Penuh- Kerinci, dan pemerintah daerah Kota Sungai Penuh menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan bagi masyarakat, Senin 08 Juni 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung Nasional Kota Sungai Penuh atau kawasan Taman Tugu 17 tersebut, menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara serentak di tiga wilayah, yakni Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Bungo.

Menurut Johansyah, kegiatan ini difokuskan pada daerah yang mengalami tekanan inflasi. Berdasarkan data pemerintah, inflasi Provinsi Jambi pada Mei tercatat mengalami kenaikan hingga 3,56 persen.

“Gerakan Pangan Murah ini kita lakukan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Johansyah.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas pangan disediakan dengan harga khusus. Salah satunya minyak goreng merk minyak kita yang dijual seharga Rp15.500 per liter.

Selain minyak goreng, beras SPHP juga menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati masyarakat dengan harga sekitar Rp58 ribu per kemasan.

Johansyah menyebut, tingginya antusias masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif dalam memenuhi kebutuhan pangan harian warga.

“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi. Beberapa komoditas yang kita siapkan banyak diminati dan cepat habis,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh yang telah mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jambi mendorong penguatan akses pangan melalui pengembangan Rumah Pangan Kita dan kios pangan bekerja sama dengan Bulog, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Dengan adanya kios pangan, masyarakat tidak harus selalu pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan harian,” tutup Johansyah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....