Normalisasi Batang Merao Dilanjutkan Demi Kurangi Risiko Banjir

  • 08 Mei 2026 18:51 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh — Pemerintah Kota Sungai Penuh memastikan program normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang tetap dilanjutkan meski sebelumnya terdampak efisiensi anggaran tahap II dari pemerintah pusat.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, saat membuka sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat 08 mei 2026

Menurut Alfin, normalisasi Sungai Batang Merao menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat di wilayah Hamparan Rawang.

“Pembangunan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan mendukung sektor pertanian. Kami berharap dukungan dan pengertian masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pekerjaan normalisasi direncanakan dimulai dari kawasan Jembatan Simpang Tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang dengan panjang sekitar 1,68 kilometer.

Namun, dalam pelaksanaannya proyek tersebut menghadapi sejumlah tantangan. Jalur pengerjaan melewati tujuh jembatan yang dinilai dapat menghambat mobilitas alat berat. Selain itu, beberapa tembok penahan banjir juga akan dibongkar sementara untuk membuka akses menuju lokasi pekerjaan.

Tidak hanya itu, sejumlah kandang ternak dan kebun milik warga diperkirakan turut terdampak selama proses normalisasi berlangsung. Karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh meminta dukungan masyarakat agar program tersebut dapat berjalan lancar.

Di sisi lain, Alfin menyebut sektor pertanian di Kota Sungai Penuh mulai menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, luas sawah yang telah dapat digarap mencapai 2.165,87 hektare di Kecamatan Sungai Penuh dan 775,14 hektare di Kecamatan Hamparan Rawang.

Pemkot Sungai Penuh sebelumnya juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung di kawasan Hamparan Rawang, mulai dari rehabilitasi daerah irigasi Bungkal, Simpang Tiga, dan Paling Serumpun, pembangunan tembok penahan banjir Air Sempit dan Air Sesat, hingga pembangunan jalan beton dan SPAM di sejumlah wilayah.

Pemerintah berharap normalisasi Sungai Batang Merao dan pembangunan infrastruktur pendukung tersebut mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap banjir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan produktivitas sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....