Warga Kerinci Resah, Beruang Masuk Kebun Cabai
- 28 Apr 2026 08:04 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Warga Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang yang masuk ke area perladangan warga. Peristiwa ini terjadi pada Rabu 22 April 2026 lalu dan sempat membuat warga takut untuk beraktivitas di kebun.
Beruang tersebut terlihat berjalan dengan tenang melintasi kebun cabai milik warga. Meski tidak menyerang, keberadaan satwa liar itu menimbulkan kekhawatiran karena dianggap berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Menindaklanjuti laporan warga, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi yang dipimpin Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Udin Ikhwanuddin, turun langsung ke lokasi bersama Kapolsek Danau Kerinci dan masyarakat setempat untuk melakukan verifikasi.
Dalam pemeriksaan lapangan, tim menemukan jejak cakaran beruang yang masih segar pada pohon surian milik warga. Temuan tersebut memperkuat laporan masyarakat mengenai keberadaan beruang di kawasan perkebunan.
Salah seorang warga, M. Taufik, membenarkan bahwa kemunculan beruang itu membuat masyarakat resah. Ia mengatakan sebagian warga sempat takut pergi ke ladang karena khawatir beruang masih berada di sekitar area kebun.
“Warga sempat takut ke ladang karena khawatir beruang masih ada di sekitar kebun,” ujarnya.

Untuk meredam keresahan warga, BKSDA Jambi bersama pemerintah desa memberikan sosialisasi tentang cara aman menghadapi satwa liar, khususnya beruang. Selain itu, petasan juga diserahkan kepada pemerintah desa sebagai alat pengusir beruang agar tidak mendekati area kebun maupun permukiman warga.
Kapolsek Danau Kerinci, IPTU Arisman, berharap pihak BKSDA dapat mengambil langkah tegas jika keberadaan beruang terus berlanjut dan mulai mengancam keselamatan warga.
“Kalau situasi ini terus berlanjut dan berpotensi membahayakan, kami berharap ada tindakan lebih lanjut dari BKSDA,” kata Arisman.
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jambi, Udin Ikhwanuddin, menjelaskan bahwa pihaknya belum memasang perangkap karena tingkat interaksi negatif antara beruang dan manusia masih tergolong rendah. Namun, pemantauan terhadap aktivitas satwa tersebut akan terus dilakukan.
“Kami belum memasang perangkap karena belum ada interaksi negatif yang membahayakan. Saat ini kami fokus melakukan pemantauan dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
BKSDA juga mengimbau masyarakat Desa Sanggaran Agung untuk tetap berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di ladang, serta segera melapor jika kembali melihat keberadaan beruang di sekitar kebun warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....