Pelatihan BK Tingkatkan Kompetensi Guru SMP Kerinci

  • 13 Apr 2026 19:50 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendidik dalam Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Villa Roza Bukit Tengah, Siulak Mukai, Senin 13 April 2026.

Pelatihan tersebut diikuti oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta tenaga pendidik jenjang SMP dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Kerinci. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya dalam pembinaan karakter dan perkembangan peserta didik.

Dalam era transformasi pendidikan, peran guru BK dinilai semakin penting. Tidak hanya sebagai pendamping akademik, guru BK juga berperan dalam mendukung perkembangan emosional siswa serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sosial, kemajuan teknologi, dan tantangan masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci melalui Kabid Pembinaan SMP, Dian Eka Satria, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa layanan BK memiliki kontribusi besar dalam keberhasilan proses pendidikan.

“Guru BK tidak hanya membantu siswa menyelesaikan masalah, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan potensi, karakter, dan kesiapan masa depan peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Dinas Pendidikan dalam memperkuat peran guru, khususnya guru BK, agar mampu memberikan layanan yang optimal, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dapat meningkatkan kualitas layanan BK di sekolah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Julia Eva Putri, M.Pd., menjelaskan bahwa peserta mendapatkan berbagai materi strategis selama pelatihan. Di antaranya penguatan kompetensi dasar konselor sekolah, teknik identifikasi permasalahan peserta didik, strategi penanganan kasus, hingga pendekatan konseling yang efektif dan humanis.

“Selain sebagai pelatihan, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antar peserta untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di bidang BK,” jelasnya.

Lebih lanjut, para guru juga dibekali keterampilan terkait perencanaan program BK, pelaksanaan layanan, serta evaluasi dan pelaporan. Hal ini diharapkan mampu mencetak guru BK yang kompeten dan siap menjadi fasilitator di lingkungan sekolah.

Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling, sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi secara maksimal dan menjadi generasi yang unggul, baik secara akademik maupun karakter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....