Pelatihan Eco-Print KPHP Kerinci Dorong Kreativitas Masyarakat

  • 21 Nov 2025 05:31 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Suasana Desa Pancuran Tiga tampak semarak pada Kamis (20/11/2025). Ketukan palu dan aroma dedaunan kukus memenuhi lokasi kegiatan pelatihan eco-print yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melalui KPHP Unit I Kerinci.

Puluhan peserta dari berbagai kelompok masyarakat tidak hanya warga setempat antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) melalui seni eco-print. Kegiatan ini mempertemukan peserta lintas usia, dari ibu rumah tangga, bapak-bapak, hingga para pemuda.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempelajari dua teknik utama, yaitu pounding (memukul daun di atas kain untuk mengeluarkan pigmen warna) dan steam (mengukus kain berdaun untuk mengunci warna).

BACA JUGA: https://rri.co.id/sungaipenuh/daerah/1987291/stand-merangin-menarik-perhatian-pengunjung-mtq-ke-54

Kepala KPHP Unit I Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian hutan.

“Pelatihan eco-print ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus sebagai upaya pelestarian. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi usaha UMKM yang dapat dikembangkan, khususnya untuk ibu-ibu rumah tangga,” ujar Neneng, Kamis (20/11/2025).

Ia optimistis, bahan baku yang melimpah di sekitar pemukiman dapat menjadi peluang ekonomi baru. “Eco-print ini sederhana, hanya memanfaatkan daun atau dahan, tetapi mampu menghasilkan karya bernilai tinggi sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Antusiasme juga datang dari para peserta. Patmayana, salah seorang peserta, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang jarang diadakan tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan ini pertama kali kami ikut, sebab jarang ada yang mau mengadakan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lentera Lita atau Mak Siti yang begitu puas melihat hasil karyanya sendiri. “Kami merasa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat,” tuturnya.

Lewat kombinasi teknik steam dan pounding, KPHP Kerinci berharap masyarakat dapat melihat hutan bukan hanya sebagai sumber kayu, tetapi sebagai ruang kreatif yang dapat melahirkan produk bernilai ekonomi tanpa merusak ekosistem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....