5 Film Fantasi Era 90-an yang Mulai Terlupakan, Padahal Masih Seru Ditonton
- 20 Sep 2026 13:27 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Era 90-an menghadirkan banyak film fantasi dengan konsep yang berani dan berbeda. Pada masa itu, teknologi visual mulai berkembang dan membuka ruang bagi cerita yang semakin beragam. Karena itu, sejumlah film fantasi mampu meninggalkan kesan kuat bagi penonton. Namun, beberapa judul perlahan tenggelam setelah film-film baru mengambil perhatian.
Padahal, sebagian film tersebut masih menarik ketika penonton menyaksikannya kembali sekarang. Ceritanya menghadirkan dunia magis, petualangan, romansa, hingga konflik emosional. Selain itu, sejumlah film membawa pesan yang tetap relevan sampai hari ini. Berikut lima film fantasi era 90-an yang layak kembali mendapat perhatian.
1. Warriors of Virtue (1997)
Warriors of Virtue menawarkan konsep fantasi yang cukup nyeleneh untuk ukuran film pada masanya. Film ini mengisahkan seorang anak laki-laki yang masuk ke dunia mistis secara tidak sengaja. Di sana, ia bertemu para pejuang Tao yang memiliki wujud seperti kanguru. Kemudian, ia harus menghadapi kekuatan jahat sekaligus menemukan keberanian dalam dirinya.
Film ini memang tidak meraih kesuksesan komersial besar saat tayang. Namun, konsepnya membuat Warriors of Virtue mudah diingat oleh penonton era 90-an. Film tersebut mencampurkan unsur bela diri, fantasi, dan karakter yang terasa seperti tokoh kartun. Karena itu, keunikannya justru menjadi alasan film ini tetap menarik untuk dikenang.
2. The Pagemaster (1994)
The Pagemaster menghadirkan perpaduan live action dan animasi yang cukup berbeda. Ceritanya mengikuti seorang anak penakut yang selalu mengandalkan logika dalam menghadapi berbagai persoalan. Suatu hari, ia masuk ke dunia buku dan bertemu berbagai karakter dari cerita klasik. Setelah itu, ia harus menghadapi ketakutannya sendiri melalui sebuah petualangan.
Saat rilis, film ini belum mendapat sambutan luas dan menerima kritik yang beragam. Meski begitu, film tersebut menyimpan pesan menarik tentang kekuatan membaca dan cerita. Petualangan itu membantu sang tokoh memahami keberanian serta mengenali dirinya sendiri. Karena itu, The Pagemaster terasa layak mendapat kesempatan kedua dari penonton masa kini.
3. City of Angels (1998)
City of Angels membawa fantasi ke dalam kisah romantis yang penuh emosi. Film ini menceritakan seorang malaikat yang jatuh cinta kepada seorang manusia. Ia kemudian ingin merasakan kehidupan manusia agar bisa menjalani hidup bersama perempuan yang dicintainya. Premis tersebut memang sederhana, tetapi film ini mengemasnya dengan pendekatan emosional.
Selain kisah cinta, film ini juga mengajak penonton melihat kehidupan dari sudut pandang berbeda. Rasa kehilangan, harapan, dan kebahagiaan kecil menjadi bagian penting sepanjang cerita. Nicolas Cage dan Meg Ryan juga memberikan penampilan yang memperkuat hubungan kedua karakter utama. Karena itu, film ini masih mampu menyentuh emosi penonton meski sudah berusia puluhan tahun.
4. Edward Scissorhands (1990)
Nama Edward Scissorhands tentu tidak asing bagi penggemar film karya Tim Burton. Namun, sebagian penonton mungkin lupa bahwa film ini juga menghadirkan unsur fantasi yang kuat. Ceritanya berpusat pada Edward, manusia buatan yang belum selesai sehingga memiliki gunting sebagai pengganti tangan. Kehidupannya berubah setelah seseorang membawanya ke kawasan pinggiran kota.
Pada awalnya, lingkungan tersebut terlihat biasa dan penuh kehidupan keluarga. Namun, Edward segera menemukan berbagai keanehan dalam kehidupan masyarakat sekitar. Film ini kemudian mengangkat tema kesepian, penerimaan, dan pengalaman seseorang yang berbeda. Gaya visual Tim Burton serta akting Johnny Depp membuat kisah tersebut terasa seperti dongeng modern bernuansa gelap.
5. Jumanji (1995)
Jumanji versi 1995 masih memiliki banyak penggemar, tetapi perhatian publik kini lebih sering tertuju pada film modernnya. Padahal, film pertama menawarkan konsep petualangan yang berbeda dan cukup liar. Ceritanya bermula ketika dua anak menemukan permainan papan misterius di sebuah rumah. Permainan tersebut kemudian membawa berbagai bahaya dari dunia hutan ke kehidupan nyata.
Kedua anak itu juga menemukan seorang pria yang telah terjebak dalam permainan selama puluhan tahun. Setelah permainan berjalan, berbagai kejadian aneh mulai mengubah lingkungan sekitar mereka. Efek visual film ini juga menunjukkan kemampuan teknologi perfilman pada era tersebut. Selain itu, penampilan Robin Williams menjadi salah satu daya tarik utama sepanjang cerita.
Film Lama, Pesona Belum Hilang
Film fantasi era 90-an memiliki karakter yang berbeda dibandingkan produksi modern. Teknologi visual memang belum secanggih sekarang, tetapi keterbatasan tersebut tidak selalu mengurangi daya tarik ceritanya. Bahkan, beberapa film justru memanfaatkan konsep sederhana untuk menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan. Karena itu, menonton ulang film-film tersebut bisa menghadirkan nostalgia sekaligus sudut pandang baru.
Kelima judul tadi menawarkan pengalaman yang berbeda satu sama lain. Warriors of Virtue mengandalkan konsep unik, sedangkan The Pagemaster menggabungkan buku dengan petualangan fantasi. Sementara itu, City of Angels mengedepankan romansa dan emosi manusia. Adapun Edward Scissorhands serta Jumanji menawarkan kisah fantasi dengan karakter dan dunia yang khas.
Kini, pilihan film semakin banyak berkat layanan streaming dan platform digital. Namun, beberapa judul lama tetap menarik karena memiliki identitas yang kuat. Bagi penonton yang tumbuh pada era 90-an, film-film tersebut juga bisa membawa kembali kenangan masa lalu. Jadi, judul mana yang pernah kamu tonton dan ingin kamu saksikan kembali?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....