Gen Z tlernyata Suka Bersosialisasi, Tokyo Jadi Kota Pilihan untuk Menikmati Hidup
- 22 Agt 2026 08:46 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Anggapan bahwa Gen Z cenderung cuek terhadap lingkungan sosial ternyata tidak sepenuhnya benar. Survei Time Out menunjukkan kelompok ini tetap gemar bersosialisasi dan mencari kesenangan. Namun, mereka memiliki cara berbeda dalam menikmati waktu bersama orang lain. Tokyo pun masuk sebagai kota terbaik untuk mendukung gaya hidup tersebut.
Survei tersebut melibatkan warga berusia 18-29 tahun dari berbagai kota dunia. Time Out mempertimbangkan sejumlah aspek dalam menentukan peringkat kota. Faktor itu mencakup biaya hidup, kehidupan malam, aktivitas luar ruangan, dan ruang sosial. Selain itu, kesempatan membangun komunitas turut menjadi pertimbangan dalam penilaian.
Dikutip dari Business Insider, penulis Time Out Liv Kelly menjelaskan pola tersebut. Menurut Kelly, Gen Z cenderung mencari kesenangan melalui aktivitas sehari-hari. Mereka tidak selalu menunggu akhir pekan untuk menikmati waktu bersama teman. Karena itu, pola hiburan mereka mulai menunjukkan perbedaan dari generasi sebelumnya.
Kehidupan malam tetap menjadi salah satu unsur penting dalam pemeringkatan Time Out. Namun, Gen Z juga membutuhkan pilihan aktivitas di luar kehidupan malam. Mereka mencari ruang untuk berolahraga, bertemu teman, dan membangun komunitas. Faktor tersebut membuat aktivitas sosial memiliki bentuk yang semakin beragam.
"Saya pikir cara Gen Z bersosialisasi dan pergi keluar tetap sangat penting bagi interaksi sehari-hari dan kebahagiaan mereka. Hanya saja, bentuknya mulai berubah," kata Kelly, dikutip Jumat (21/8/2026). Pernyataan itu menunjukkan perubahan cara Gen Z menikmati hubungan sosial. Mereka tetap membutuhkan interaksi, tetapi tidak selalu memilih hiburan konvensional.
Tokyo Tawarkan Banyak Ruang Sosial
Menurut Kelly, Gen Z membutuhkan ruang untuk bersosialisasi di luar rumah dan tempat kerja. Karena itu, kota dengan ruang sosial yang memadai mendapat posisi tinggi dalam daftar. Tokyo menjadi salah satu contoh kota dengan pilihan aktivitas tersebut. Kota itu menawarkan berbagai kegiatan yang memungkinkan anak muda berkumpul tanpa tekanan untuk minum.
"Di Tokyo, ada ruang yang menawarkan malam permainan, tempat Anda bisa berolahraga bersama teman tanpa harus minum," ujar Kelly. Contoh tersebut memperlihatkan perubahan kebutuhan hiburan di kalangan Gen Z. Mereka tetap ingin berkumpul, tetapi tidak selalu mengaitkan pertemuan dengan konsumsi alkohol. Pilihan aktivitas yang lebih beragam membuat interaksi sosial terasa lebih fleksibel.
Shanghai Juga Menunjukkan Perubahan
Kelly kemudian mencontohkan Shanghai sebagai kota lain dengan pola sosial yang menarik. Kota tersebut memiliki kegiatan sosial yang mendorong peserta meninggalkan penggunaan ponsel. Pilihan itu membuka ruang bagi pertemuan langsung dan komunikasi yang lebih intens. Perubahan tersebut menunjukkan cara baru Gen Z membangun hubungan sosial.
"Di Shanghai, ada kegiatan sosial tanpa ponsel. Kota-kota yang mendapat peringkat tinggi adalah kota yang membuat orang mudah bersosialisasi. Saya pikir itu juga menunjukkan adanya pergeseran ke arah orang-orang yang lebih memilih interaksi tatap muka," kata dia. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa teknologi tidak selalu menjadi pusat kehidupan sosial Gen Z. Sebaliknya, mereka mulai mencari pengalaman langsung yang memungkinkan komunikasi lebih dekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....