Lagu "MALEMANG" Sapadik Production Hadirkan Nuansa Tradisi Kenduri SKO
- 30 Jun 2026 11:14 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh– Lagu tradisional Sungai Penuh berjudul "Malemang" yang diproduksi oleh Sapadik Production resmi diperkenalkan dalam kanal media sosialnya dalam rangka memeriahkan kenduri sko sungai penuh 2026, Senin (29/Juni/2026). Dengan pembawaan dari penyanyi berbakat Larra Retha, Syaifull, Abax Meka, dan Wulandari, lagu ini berhasil menghidupkan kembali nuansa tradisi Malemang yang telah ada sejak lama.
Malemang sendiri merupakan tradisi masyarakat sungai penuh Kerinci yang dilakukan pada sore dan malam hari menjelang musim panen atau pun acara kenduri Sko sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur atas kelimpahan hasil bumi dan pengangkatan gelar adat untuk para petinggi adat. Tradisi ini biasanya diisi dengan nyanyian bersama, musik tradisional, dan doa agar panen tahun ini melimpah dan juga di beri kelancaran dalam kehidupan sehari hari.
Pemilik Sapadik Production, abax meka, mengungkapkan bahwa ide untuk mengangkat lagu "Malemang" muncul dari keinginan untuk memperkenalkan tradisi daerah kepada generasi muda. "Kita ingin agar tradisi Malemang tidak terlupakan. Melalui musik modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional, kita harapkan lagu ini bisa disukai oleh semua kalangan," jelasnya.
Penyanyi Larra Retha, yang menjadi vokalis utama dalam lagu ini, mengaku merasa bangga bisa membawakan lagu yang sarat akan nilai budaya. "Saat menyanyi Malemang, saya merasakan kedekatan dengan nenek moyang kita yang dulu selalu menjalankan tradisi ini dengan penuh kesungguhan," ucap Larra dengan emosional.
Sementara itu, Syaifull, Abax Meka, dan Wulandari memberikan sentuhan vokal yang khas, dengan harmoni yang menyatu dengan musik pengiring yang menggabungkan alat tradisional seperti gendang dan gong dengan instrumen modern. Penampilan langsung mereka pada acara pekan budaya berhasil membuat ribuan penonton menyanyi bersama dan bergoyang mengikuti irama yang meriah.
Tokoh budaya Kerinci, Bapak Yefrizon menyambut baik kehadiran lagu "Malemang" ini. "Tradisi Malemang adalah bagian penting dari identitas kita. Dengan digarap menjadi lagu yang menarik, kita bisa menjaga kelestariannya sekaligus memperkenalkannya ke khalayak luas," katanya.
Lagu "Malemang" juga akan dibuatkan video klip yang mengambil lokasi latar belakang perkampungan tradisional di Sungai Penuh. Sapadik Production berencana akan melakukan tur penyanyi ke berbagai desa di sungai penuh kerinci untuk menyebarkan lagu ini dan mengenalkan kembali tradisi Malemang kepada masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....